Kepala Desa Kombo Diduga Konspirasi dengan Camat Lakukan Program Ternak Babi

“Kuat dugaan saya ada konspirasi terselubung antara Camat dan Kepala Desa Kombo dalam program ini. Yah, bisa saja bukan asistensi lagi oleh camat tapi interfensi agar mewajibkan desa Kombo untuk membuat program anakan babi,” kata sumber tersebut.

Saat dikonfirmasi, Dokter hewan lapangan, wilayah Kordinator Puskeswan kecamatan Pacar Dinas Peternakan dan kesehatan hewan kabupaten Manggarai Barat, Savio Mutu, mengaku pihaknya tidak ada kordinasi dari pemerintah Desa yang menjalankan program pengadaan ternak babi.

“Tidak ada kordinasi dengan kami, mungkin juga tidak ada kewajiban. Tapi seharusnya memang penting itu.” Ungkap Savio mutu.

Namun ia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap peyebaran virus ASF di wilayah Kecamatan Pacar. Mengingat sebagian Desa di Kecamatan Pacar sudah ditemukan banyak Babi yang terserang virus tersebut.

“Kita berharap kerja sama dari seluruh masyarakat untuk sama-sama mencegah penyebaran Virus ASF. Karena polanya itu dari daging babi sakit yang dijual.” Imbuhnya.

Ia meminta kepada masyarakat agar melaporkan jika ada babi yang terserang Virus tersebut ke pegawai kesehatan hewan yang bekerja di puskeswan terdekat atau pemerintah desa.

“Sekarang sudah ada serum konfalence untuk babi sehat sebagai langkah pencegahan di sekitar kandang yang terinveksi.” Kata Savio.

Selain itu kepala Desa Kombo Stefanus Datut, saat dikonfirmasi mengaku kebijakan pemberdayaan tersebut merupakan inisiatif desa yang diperuntukan masyarakat yang tidak menerima Bantuan Lansung Tunai (BLT) dengan jumlah 81 KPM yang harus menerima bantuan tersebut.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel