Rocky menilai, fokus Gibran kini tampaknya lebih berorientasi pada kampanye politik pribadi ketimbang menjalankan tugas sebagai Wakil Presiden.
Ia juga menyinggung bahwa publik sudah mulai memperhatikan dinamika ini, dengan banyaknya kritik yang datang dari netizen terkait penggunaan fasilitas negara dalam kegiatan semacam ini.
Terkait hal tersebut, Rocky mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk berhati-hati, mengingat potensi ketegangan politik yang bisa muncul akibat tingginya fokus Gibran pada pencitraan diri.
“Apakah Prabowo akan terus mendiamkan hal ini? Ataukah akan ada dampak politik yang lebih besar yang akan memengaruhi hubungan mereka ke depan?” ujarnya.
Rocky juga menilai bahwa dalam situasi saat ini, Gibran seharusnya lebih fokus pada tugas-tugas besar negara, seperti perumahan rakyat, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan guru, yang menjadi prioritas utama pemerintahan Prabowo.
“Semua hal ini seharusnya lebih diutamakan ketimbang sibuk berfoto-foto di depan kamera,” tambahnya.
Ia pun mengingatkan bahwa penanganan bencana, seperti yang terlihat dalam aksi Wapres Gibran, seharusnya dilakukan secara profesional tanpa embel-embel pencitraan politik.
Rocky menilai jika kondisi ini terus berlanjut, ketegangan antara Presiden dan Wakil Presiden akan semakin meningkat, dengan risiko yang bisa mengganggu stabilitas pemerintahan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











