Ani mengatakan bahwa pihak keluarga sempat tak percaya perkataan dari sosok misterius tersebut. Namun kemudian, keluarga berunding mengenai hal ini, lalu melaporkan hal tersebut kepada polisi.
Polisi kemudian menelusuri laporan keluarga tersebut hingga akhirnya jenazah Irma ditemukan di kebun belakang rumah suami sirinya yang berinisial AS (23), di Kampung Ciburial, Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.
Paman Irma, Ilyas, mengatakan keluarga terakhir berkomunikasi dengan Irma pada Januari 2024. Waktu itu, Irma mengaku telah pulang kerja dan akan dijemput AS.
Akan tetapi, Irma tak kunjung sampai rumah. Ketika dihubungi lewat telepon pun ponselnya tak aktif.
Keluarga sempat menanyakan keberadaan Irma kepada suami sirinya tersebut, tetapi AS berkata bahwa istrinya itu telah kabur meninggalkannya.
Ilyas tak percaya dengan omongan AS dan bertanya kepada warga yang mengenal Irma. Namun, warga tak mengetahui.
Keluarga bahkan sempat mendapat kabar bahwa korban tengah bekerja di Bali.
“Tiga bulan kemudian khawatir, nyari tahu lagi dan dapat info tetap masih kerja dan percaya. Dan ada yang bilang bulan depan bakal ada kabar,” ucapnya.
Keluarga baru mengetahui korban telah tiada setelah dikabari oleh seseorang. Ia menyebut bahwa korban dikuburkan di Kampung Ciburial.
Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Bandung Kombes Pol Kusworo mengungkapkan, Kepolisian Sektor (Polsek) Pacet menerima laporan dari keluarga korban pada 29 Juli.
“Kami langsung melakukan penyelidikan, ada saksi yang mengetahui bahwa yang bersangkutan pada Desember 2023 pernah dimintai tolong tersangka untuk melakukan pembunuhan terhadap istri sirinya,” ungkapnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









