Ia menuturkan, Pancasila adalah living reality—jati diri bangsa yang tumbuh dari pengalaman hidup masyarakat Indonesia.
Kampus Sebagai Rumah Ideologi Bangsa
Kampus, memiliki peran strategis dalam membumikan Pancasila. Melalui pendidikan dan riset, perguruan tinggi harus menjadi tempat tumbuhnya gagasan dan perilaku yang berlandaskan nilai kebangsaan.
Aktualisasi Pancasila perlu hadir dalam semua bidang kehidupan: pendidikan, ekonomi, hukum, sosial, politik, kebudayaan, hingga lingkungan.
Panca Tantangan Pembumian Pancasila
Mengutip pandangan anggota BPIP (2019), Kanisius menyoroti lima tantangan utama dalam membumikan Pancasila, seperti:
- Lemahnya pemahaman nilai-nilai Pancasila di masyarakat.
- Meningkatnya eksklusivisme sosial akibat arus globalisasi.
- Kesenjangan sosial-ekonomi yang memicu polarisasi.
- Lemahnya pelembagaan nilai-nilai Pancasila dalam lembaga negara dan masyarakat.
- Kurangnya keteladanan dari para penyelenggara negara.
Tantangan tersebut, menurut Kanisius, hanya dapat diatasi jika masyarakat dan kampus mampu mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam penelitian, diskusi ilmiah, dan kehidupan sehari-hari.
Pancasila Sebagai Penuntun Moral
Pancasila, berperan sebagai penuntun moral bangsa di tengah derasnya pengaruh globalisasi, kapitalisme, dan individualisme.
Setiap kebijakan publik serta pedoman dalam menjaga keadilan sosial dan persatuan nasional. Pancasila bukan hanya warisan pendiri bangsa, tetapi ideologi yang hidup dan terbuka bagi perkembangan zaman.
Meneguhkan Relawan Gerakan Kebajikan
Melalui kegiatan ini, BPIP bersama para akademisi dan relawan diharapkan memperkuat gerakan kebajikan Pancasila yang berbasis pada kesadaran moral, intelektual, dan spiritual.
Relawan Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan motor penggerak nilai-nilai kebangsaan dalam masyarakat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







