Cepat, Lugas dan Berimbang

Kajian Politik Merah Putih: Kekuatan Geng Solo Menguat, Prabowo Dikepung dari Dalam

Ia juga menyebut bahwa konsolidasi kekuatan di Solo semakin keras dan kasar. Oligarki, menurutnya, tetap menjadi kekuatan pengendali. “Belum ada dalilnya oligarki kalah dalam pertarungan politik dan ekonomi di Indonesia. Tanpa hiruk pikuk, mereka tetap menerjang, melumpuhkan, bahkan membunuh.”

Isu kudeta terselubung terhadap Presiden Prabowo pun kembali menyeruak. Fenomena “matahari kembar” antara Presiden aktif dan mantan presiden menjadi anomali politik baru. Intensitas pertemuan Prabowo dan Jokowi dinilai sangat tidak biasa dalam sejarah kepresidenan Indonesia.

Lebih jauh, beberapa menteri yang berada dalam kabinet Presiden Prabowo justru kerap menghadap Jokowi di Solo. Ada spekulasi bahwa Jokowi sedang mengumpulkan data dan kekuatan untuk melengserkan Prabowo, melalui loyalis-loyalisnya di pemerintahan.

“Presiden Prabowo sudah dikepung. Skenario pembusukan pemerintahan sedang berjalan. Sayangnya, Prabowo kerap melakukan blunder politik yang memperburuk posisi tawarnya,” ujar Sutoyo.

Enam bulan pemerintahan Prabowo sudah cukup untuk membaca gambaran masa depan Indonesia. Politik kompromi dan langkah defensif Prabowo justru menunjukkan titik lemahnya dalam menghadapi kekuatan oligarki dan tekanan dari mantan presiden.

“Sebagai mantan jenderal, Prabowo seharusnya tidak melupakan semangat perjuangan Jenderal Sudirman,” pungkas Sutoyo sambil mengutip amanat Panglima Besar pada 17 Agustus 1948: ‘Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasadku ini. Tetapi jiwaku akan tetap hidup, tetap menuntut bela siapapun lawan yang aku hadapi.’

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN