Lewat janji-janjinya, para tersangka mengaku bisa membuat orang lain kaya lewat metode supranatural.
“Awalnya penipuan, janji dan motivasi kesuksesan hidup. Setelah korban serahkan harta, lalu ‘dihilangkan‘,” ungkapnya.
“Dullah atau Solihin dan Aki alias Wowon, menarasikan diri mereka mampu meningkatkan kekayaan. Aki cari korban. Setelah dapat korban, baru ambil uangnya. Ketika enggak berhasil dan korban menagih janji, Aki lapor ke Dullah, Dullah eksekusi dengan kasih minum racun,” imbuh Fadil.
Kemudian, soal pembunuhan di Bantargebang, tersangka membunuh keluarganya sendiri karena ia anggap membahayakan. Tersangka takut tindak pidana sebelumnya terbongkar.
“Keluarga dekat ia anggap berbahaya karena mereka tahu pelaku ini membunuh korban-korbannya yang lain,” ucapnya.
Polisi, terang Fadil, kini masih menyelidiki kasus pembunuhan berantai ini. Petugas juga sedang mencari tahu apakah ada korban lain selain sembilan orang yang telah terungkap. (TribunJabar/Kompas.com/iP)
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

