Satelit generasi kedua Starlink dari SpaceX ini akan dilengkapi dengan antena besar yang akan meniru menara sel T-Mobile, namun dari luar angkasa.
Untuk memastikan satelit dapat mendeteksi dan mengirimkan sinyal kuat dari luar angkasa, mereka dilengkapi dengan silikon kustom inovatif, penerima radio yang sangat sensitif, pemancar daya tinggi, dan perangkat lunak yang canggih.
Satelit ini dirancang untuk menggunakan protokol LTE/4G standar. Dibandingkan dengan 5G, sinyal LTE/4G memiliki jangkauan yang lebih luas, yang merupakan keharusan untuk sinyal seluler yang berasal dari satelit yang terletak ratusan kilometer di atas permukaan Bumi.
Bahkan, Elon Musk mengklaim bahwa satelit akan mentransmisikan langsung ke ponsel seluler dan menghilangkan zona mati atau daerah terpencil di seluruh dunia.
Plus Minus Starlink
Berikut adalah plus minus Starlink direct to cell Elon Musk:
Plus
1. Sederhana dan Mudah Untuk memanfaatkan layanan ini, yang dibutuhkan hanyalah berlangganan jaringan T-Mobile atau salah satu mitra Starlink direct to cellular.
Artinya, pengguna tidak perlu mengatur peralatan apa pun. Nantinya, perangkat akan secara otomatis terhubung ke satelit hampir di mana pun pengguna memiliki pandangan langsung ke arah langit.
Minus
1. Kinerja Lambat Saat Jam Sibuk Kekurangan dari layanan Starlink direct to cell lainnya adalah kinerja menjadi lambat selama jam sibuk, jika berada di daerah dengan banyak pengguna Starlink.
2. Sinyal Satelit Gangguan jaringan juga menjadi kelemahan layanan ini, seperti layanan TV satelit, hujan, salju, dan es dapat mengganggu sinyal tersebut, menyebabkan layanan terputus. Kondisi ini terjadi terutama terasa ketika ada penutupan awan tebal.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel