“Ketahuilah bahwa dalam menjalankan usaha yang ada, kita hidup berdampingan dengan sama saudara yang berkeyakinan lain. Karena itu, jangan ‘jual’ agama dalam kegiatan ekonomi di pasar ini. Tetapi teruslah merawat kasih persaudaraan, termasuk dengan saudara dan saudari yang berkeyakinan lain,” cetusnya.
Pada bagian akhir khotbanya, RD Gaby Harim Pr berpesan agar setiap pribadi yang menjalankan usaha ekonominya di Pasar Inpres tersebut bisa bersaing secara sehat dan benar serta tidak mengorbankan satu sama lainnya.
“Kamu semua adalah satu keluarga besar yang melakukan aktivitas ekonomi di pasar ini. Jangan saling memeras. Sebaliknya, utamakan kejujuran dalam bingkai kasih persaudaraan. Sebab, usaha ekonomi adalah sebuah persaingan yang sehat. Sebuah persaingan yang dilandasi oleh sikap moral dalam membangun kasih persaudaraan di tengah keberagaman. Hal ini penting untuk diingat dan dijalankan sehingga aktivitas ekonomi yang dijalankan di tempat ini bisa berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, mewakili para pedagang yang menghadiri perayaan ekaristi tersebut Hendrikus Jebarus dalam sambutannya usai perayaan ekaristi menyampaikan terima kasih kepada RD Geby Harim yang sudah hadir merayakan ekaristi bersama umat yang melakukan aktivitas ekonomi di Pasar Inpres Ruteng tersebut.
Baginya, peristiwa tersebut adalah peristiwa yang pertama kali terjadi. Dan, dinilainya sebagai sebuah berkat baginya dan juga bagi sama-saudara yang berada di Pasar Inpres Ruteng.
“Kami dengan penuh sukacita menyampaikan syukur untuk peristiwa berahmat ini. Dan kami berterima kasih karena romo sudah berkenan hadir merayakan ekaristi bersama kami di sini,” ujarnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







