Tapi semakin kuat seseorang terlihat, semakin besar kebutuhan emosionalnya untuk merasa dipeluk secara batin.
Maka ketika ada pria yang hadir, memberi perhatian, menemani makan, hubungan itu terasa seperti tempat istirahat.
Walaupun… tidak jelas.
Dan karena takut kehilangan kenyamanan itu, banyak wanita akhirnya bertahan di hubungan yang bahkan tidak punya nama.
4. Yang Paling Berbahaya dari Hubungan Tanpa Status adalah Harapan Diam-diam
Lama-lama salah satu mulai berharap.
Mulai membayangkan masa depan.
Mulai cemburu.
Mulai merasa memiliki.
Sementara yang satu lagi masih merasa:
“Kita kan belum ada status.”
Nah, di sinilah luka biasanya dimulai.
Karena hubungan tanpa kepastian sering membuat satu orang berinvestasi perasaan lebih dalam daripada yang lain.
5. Banyak Pria Menyukai Konsep Ini Karena Mendapat Fasilitas Pacar Ταnpα Ταnggung Jawab
Ada pria yang menikmati perhatian, kenyamanan, bahkan kesetiaan seorang wanita… tanpa perlu memberi kepastian apa pun.
Diperhatikan iya.
Didengarkan iya.
Ditemani iya.
Dilayani di ranjang iya
Kadang sudah seperti istri percobaan.
6. Media Sosial Membuat Hubungan Abu-abu Terlihat Romantis
Sekarang semua terlihat estetik.
Foto berdua tanpa caption jelas. Pegangan tangan sambil lihat senja.
“Cinta tak harus memiliki.”
Media sosial membuat hubungan tanpa status terlihat keren. Padahal realitanya sering penuh kecemasan.
7. Hubungan Tanpa Status Sering Menunda Kesedihan, Bukan Menyembuhkan
Banyak orang masuk situationship setelah gagal cinta.
Karena trauma komitmen.
Takut dikhianati.
Takut terlalu berharap.
Akhirnya memilih hubungan yang “aman”.
Semakin tidak jelas hubungan, semakin besar potensi sakitnya. Karena tidak ada pegangan. Tidak ada batas. Tidak ada kepastian.
Putus pun kadang tidak bisa marah.
Karena dari awal:
“Kita juga bukan siapa-siapa.”
“Aku enggak pernah janji apa-apa.”
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







