Jika sertifikasi merupakan bentuk penghargaan atas profesionalisme guru, kepastian penyalurannya pun harus menjadi perhatian utama. Jangan biarkan istilah “cair setiap bulan” hanya menjadi harapan di atas kertas, sementara kenyataan di lapangan membuat guru terus bertanya-tanya.
Guru bukan mesin yang bisa terus bekerja tanpa memikirkan kebutuhan hidup. Mereka adalah manusia biasa yang memiliki keluarga, tanggung jawab, dan hak untuk memperoleh kepastian.
Jangan hanya meminta guru untuk bersabar. Jangan hanya menuntut mereka untuk tetap profesional. Hadirkan pula sistem yang transparan, pelayanan yang bertanggung jawab, dan penjelasan yang dapat dipercaya.
Sebab pada akhirnya, ada satu pertanyaan yang harus kita renungkan bersama:
Jika guru dituntut bertanggung jawab atas masa depan anak bangsa, mengapa kepastian hidup guru sendiri masih harus dipertaruhkan oleh keterlambatan yang tak kunjung jelas?
Jangan sampai pengabdian seorang guru terus berjalan, sementara harapannya untuk hidup layak harus menunggu tanpa kepastian.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









