Guru Non-ASN: Mengabdi dengan Ikhlas, Bertahan dengan Utang, Menunggu Sertifikasi yang Tak Pasti

Oleh: Inno Mamat

infopertama.com – Ada luka yang tidak terlihat di ruang kelas. Ada kegelisahan yang disembunyikan di balik senyum seorang guru. Ada pula kenyataan pahit yang jarang dibicarakan: sebagian guru non-ASN harus menggantungkan honor bulanan mereka pada tunjangan sertifikasi yang pencairannya tidak selalu tepat waktu.

Setiap hari, mereka datang ke sekolah, berdiri di depan peserta didik, menyiapkan materi, memeriksa tugas, dan menjalankan tanggung jawab mendidik generasi bangsa. Mereka dituntut profesional, disiplin, dan penuh pengabdian. Namun, setelah bel pulang berbunyi, perjuangan mereka belum selesai. Ada dapur yang harus tetap mengepul, anak yang membutuhkan biaya pendidikan, kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan, serta utang yang tidak pernah mengenal kata menunggu.

Di sinilah persoalan itu terasa mencekik.

Ketika sertifikasi dijanjikan cair setiap bulan, guru tentu berharap ada kepastian. Mereka menyusun rencana hidup berdasarkan harapan tersebut. Mereka menghitung uang belanja, biaya transportasi, kebutuhan keluarga, hingga kewajiban yang harus dibayar. Namun, ketika bulan berganti dan dana yang dinantikan belum juga masuk ke rekening, seluruh perencanaan itu berantakan.

Janji pencairan bulanan menghadirkan harapan, tetapi keterlambatan tanpa kepastian menghadirkan kecemasan.

Sertifikasi Menjadi Tumpuan, Keterlambatan Menjadi Beban

Bagi sebagian guru non-ASN, tunjangan sertifikasi bukan sekadar tambahan penghasilan. Dalam kondisi tertentu, tunjangan itu menjadi sumber utama untuk menopang kebutuhan hidup bulanan.

Persoalan menjadi semakin berat ketika honor dari sekolah sangat terbatas, sementara kebutuhan hidup tidak pernah bisa dikompromikan. Ketika tunjangan sertifikasi terlambat dicairkan, guru harus memutar otak untuk menutup kekurangan. Sebagian mungkin menggunakan tabungan, sebagian terpaksa meminjam uang, dan sebagian lainnya harus menunda kebutuhan pokok keluarga.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel