Gagas Masa Depan Desa Wisata, LAREDEM PWK Undip Himpun Pakar dan Akademisi di Semarang

Inovasi teknologi dan aspek sosial-kemasyarakatan juga menjadi sorotan utama. Yoga Restu Nugraha mengulas navigasi transformasi digital di desa wisata yang mengedepankan inovasi berpusat pada manusia serta kolaborasi ekosistem pentahelix.

Sementara itu, Raditya Raihan menyajikan studi kasus menarik mengenai transformasi sosio-spasial melalui inisiatif wisata berbasis masyarakat di “Kampung Preman” Pancuran, Salatiga.

Perspektif lingkungan turut diperkuat oleh Hadis Turmudi yang menguraikan urgensi ekowisata dalam pembangunan desa wisata.

Dinamika kebudayaan, tata kelola, dan kelembagaan tak luput dari pembahasan para ahli. Pasangan pemateri Endratno Budi Santosa dan Mustika Anggraeni membedah dilema sosio-kultural antara pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) dan pariwisata massal pada komunitas adat Tengger di Desa Ngadas.

Di sisi lain, Amni Rahman menekankan pentingnya pemberdayaan dan kelembagaan berbasis tata kelola kolaboratif, yang disempurnakan oleh Prihadi Nugroho lewat materi model tata kelola desa cerdas, serta ditutup oleh sesi pemaparan dari Mada Sophianingrum.

Rangkaian acara yang dihadiri oleh peserta dan pakar dari berbagai daerah ini berlanjut pada diskusi interaktif mengenai arah masa depan desa wisata di Indonesia. Para peserta merumuskan rencana strategis serta tindak lanjut purna-gelaran agar ide-ide yang muncul dapat diimplementasikan secara nyata.

Seluruh rangkaian kegiatan inspiratif ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi komitmen kolaborasi antar-aktor pembangunan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel