Sandiaga Uno ke Wae Rebo, Nominasi Best Tourism Village 2021 jatuh ke Desa Nglanggeran

Wae Rebo, Foto: Terry Janu
Kampung Adat Wae Rebo. Foto: Terry Janu
Ruteng, infopertama.com – Menteri Pariwisata dan ekonomi kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mengunjungi desa wisata Wae Rebo pada Kamis (02/12/21). Desa Wisata Wae Rebo yang mendapat julukan Negeri Di Atas Awan tersebut terletak di desa Satar Lenda, kecamatan Satar Mese Barat, kabupaten Manggarai, NTT.
Kunjungan menparekraf, Sandiaga Uno ke Wae Rebo merupakan kunjungan ke 50 pada titik Wisata Indonesia dalam anugrah Desa Wisata Nusantara. Wae Rebo jadi titik terakhir kunjungan mantan calon wapres pasangan Prawobo Subianto pada perhelatan Pilpres kali lalu.

Penyambutan Menparekraf di Wae Rebo

Menteri Sandi tiba di Wae Rebo pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 Wita. Di sana, Ia dan rombongan mendapat sambutan ritus budaya Manggarai dari masyarakat adat Wae Rebo dan Bupati Manggarai.
Tuak Curu dan Manuk Lalong bakok (Jantan Putih), kemudian, Selendang, kain tenun dan peci produksi Wae Rebo dikenakan ke Menparekraf. Juga kepada Direktur tata kelola destinasi dan pariwisata berkelanjutan kemenparekraf, bapak Indra Ni Tua.
Di hadapan Bupati Manggarai dan masyarakat adat Wae Rebo, menteri Sandi menyampaikan apresiasinya atas keindahan alam Wae Rebo.
“Perjuangan yang sangat sulit, menyisiri jalan stapak yang licin. Perjalanan yang melelahkan, tapi panorama alamnya sangat memanjakan mata. Luar Biasa.” Puji Sandi yang disambut tepuk tangan Warga Wae Rebo.
Di Wae Rebo, Menteri Sandi juga mengumumkan jika Wae Rebo menjadi salah satu destinasi wisata yang mendapat kesempatan mengikuti ajang Best Tourism Village 2021 gelaran UNWTO. Sebuah organisasi pariwisata dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sementara itu, Direktur Destinasi dan Tata Kelola Pariwisata Berkelanjutan, Indra Ni Tua, pada Kamis (02/12/21) sore kepada infopertama.com secara rinci menjelaskan bahwa ada tiga perwakilan Indonesia yang mengikuti ajang International UNWTO 2021.
“Ini adalah salah satu desa yang oleh pak menteri direkomendasikan mengikuti ajang intenternational Best Tourism Village 2021 yang dikelola oleh oraganisasi di bawah PBB, UNWTO.” Indra menambahkan, “Jadi ada tiga desa wisata indonesia yang ikuti ajang ini dan sedang dikompetisikan. Desa Tetebatu dari NTB, kemudian desa Nglanggeran dari Gunung Kidul DIY,” sebut Indra.

Nglanggeran Sabet Anugrah Best Tourism Village 2021

Saat Menparekraf Sandiaga Uno bermalam di Wae Rebo, UNWTO mengumumkan pemenang desa wisata yang berlangsung di Spanyol pada Kamis Malam waktu setempat. Kabar bahagianya salah satu perwakilan Indonesia pada ajang International tersebut meraih predikat Best Tourism Village 2021.
Kabar bahagia itu datang dari Desa Nglanggeran, Yogyakarta. Desa Wisata Nglanggeran di Kelurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul menyabet Best Tourism Village 2021 dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO). Desa Nglanggeran menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut.
Desa Wisata Nglanggeran, Foto: Google
Gunung Api Purba Nglanggeran. Foto: Tempo/ Pribadi Wicaksono
Pengelola Desa Wisata Nglanggeran Sugeng Handoko menjelaskan sebenarnya ada tiga desa wisata yang diajukan oleh Kemenparekraf RI untuk mengikuti Best Tourism Village 2021 dari UNWTO.
“Ini adalah rangkaian yang cukup panjang karena diusulkan juga oleh Kemenparekraf, awalnya 3 desa yang diusulkan (ikut UNWTO). Terus kemarin pengumumannya disiarkan via daring karena acaranya kan di Madrid, Spanyol,” kata dia melansir KRJogja, Jumat (3/12/2021).

Kategori Penilaian UNWTO

Dalam ajang ini, UNWTO memilih desa terbaik berdasarkan inovasi dan transformasi pariwisata yang telah dilakukan. Inovasi ini disesuaikan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Ajang Best Tourism Village juga bertujuan untuk memaksimalkan kontribusi desa wisata, serta mengurangi kesenjangan di pedesaan.
Nantinya desa wisata yang lolos seleksi dan evaluasi UNWTO akan memperoleh predikat UNWTO Best Tourism Villages Label. Dengan label ini, desa wisata bisa mendapatkan pengakuan internasional sebagai contoh praktik terbaik destinasi wisata pedesaan.
Menyoal apa yang menjadikan Desa Wisata Nglanggeran pantas meraih best tourism village 2021 dari UNWTO, Sugeng menilai karena beberapa kali Nglanggeran meraih penghargaan baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, Nglanggeran terbilang cukup komplet sebagai Desa Wisata.
“Kami bersyukur ya Nglanggeran cukup komplit dan memang desa wisata yang berkembang. Selain itu pernah menyandang desa mandiri menginspirasi dari Kemenparekraf. Kemudian kita pernah menjadi pemenang desa wisata terbaik ASEAN 2017, kemudian penghargaan ASTA (ASEAN Sustainable Tourism Award) tahun 2018,” ucapnya.

Keunggulan Nglanggeran

Selain itu, kata Sugeng, Desa Wisata Nglanggeran memiliki keunggulan dalam menyelaraskan kelestarian alam dengan atraksi Desa Wisata. Terlebih, pihaknya tetap mempertahankan kearifan lokal dalam mengembangkan potensi Nglanggeran.
“Jadi memang kayaknya dipilih Desa Wisata yang memang sudah niat, itu yang pertama. Kedua, keunggulan kami pertama kami bisa menyelaraskan menjaga kelestarian alam untuk atraksi Desa Wisata,” katanya.
“Kedua tetap mempertahankan dan menggambarkan kearifan lokal dan seni budaya yang ada di masyarakat, memberikan manfaat secara ekonomi, sosial, lingkungan. Sehingga pariwisata dan pengembangan desa wisata memberikan dampak positif bagi masyarakatnya, manusianya dan lingkungannya, alamnya,” beber Sugeng menambahkan.
Menyoal rencana setelah meraih penghargaan di level internasional ini, Sugeng mengaku tidak akan berpuas diri dan berupaya terus melakukan inovasi di Desa Wisata Nglanggeran. Semua itu untuk menggerakkan masyarakat agar semakin sejahtera dengan keberadaan Desa Wisata.
“Harapannya kami juga bisa melakukan kolaborasi dengan desa wisata lain baik di Gunungkidul, Yogyakarta maupun Indonesia. Untuk bisa bareng-bareng mengangkat dan mengelola potensi yang dimiliki di desa untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Berikut Desa yang menyabet predikat Best Tourism Villages 2021 dari UNWTO:

– Bekhovo, Russian Federation
– Bkassine, Lebanon
– Bojo, Philippineshe
– Caspalá, Argentina
– Castelo Rodrigo, Portugal
– Cuetzalan del Progreso, Mexico
– Cumeada, Portugal
– Gruyères, Switzerland
– Batu Puteh, Malaysia
– Kaunertal, Austria
– Le Morne, Mauritius
– Lekunberri, Spain
– Maní, Mexico
– Misfat Al Abriyeen, Oman
– Miyama, Japan
– Mokra Gora, Serbia
– Morella, Spain
– Mustafapaşa, Turkey
Nglanggeran, Indonesia
– Niseko, Japan
– Nkotsi Village, Rwanda
– Old Grand Port, Mauritius
– Olergesailie, Kenya
– Ollantaytambo, Peru
– Pano Lefkara, Cyprus
– Pica, Chile
– Pochampally, India
– Puerto Williams, Chile
– Radovljica, Slovenia
– Rijal Alma’a, Kingdom of Saudi Arabia
– Testo Alto, Brazil
– Saas Fee, Switzerland
– San Cosme y Damián, Paraguay
– San Ginesio, Italy
– Sidi Kaouki, Morocco
– Solčava, Slovenia
– Soufli, Greece
– Taraklı, Turkey
– The Purple Island, Republic of Korea
– Ungok Village, Republic of Korea
– Valposchiavo, Switzerland
– Wonchi, Ethiopia
– Xidi, China
– Yucun, China
(KRJogja/iP)
error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV