Sementara itu, di hadapan peserta kegiatan, RD Marten Jenarut, Pr selaku ketua JPIC Keuskupan Ruteng dalam materinya tentang ‘Pemenuhan Hak Anak’ menyentil tentang persoalan trend yang seringkali terlihat di lingkungan sekolah.
Dikatakanya, salah satu persoalan yang paling trend dalam lingkungan sekolah saat ini adalah menyangkut perundungan atau bully.

Persoalan bully ini, kata RD Marten Jenarut, terjadi misalnya oleh guru terhadap siswa, atau kaka kelas terhadap adik kelas. Ataupun juga oleh yang paling besar badannya terhadap yang paling kecil.
“Dan kalau omong bentuk bully inikan, yaitu verba, fisik termasuk juga relasional. Relasional yang dimaksudkan, seperti halnya pengelompokan; di mana kelompok anak kota beda dengan anak kampung ataupun anak yang cacat dijauhkan atau dibedakan dengan anak yang lahir secara normal pada umumnya,” ungkap RD Marten Jenarut.
“Dan indikasi dari bully ini juga bisa diketahui ketika mulai bermunculan kelompok-kelompok geng dalam lingkungan sekolah,” sambungnya.
Lebih lanjut, RD Marten Jenarut menyampaikan harapannya kepada ratusan guru penggerak yang hadir dalam kegiatan tersebut agar tidak menjadi pelaku Bully terhadap para siswa yang ada di sekolahnya. Di samping itu, mengharapkan para guru penggerak yang hadir untuk peka mengidentifikasi dinamika yang terjadi di antara siswa yang di sekolah.
Kepekaan sebagai seorang guru, kata RD Marten, sangatlah penting agar tidak ada kelompok geng di sekolah. Dan juga, bully antar siswa itu tidak ada.
“Jadi, semua itu mesti diperhatikan karena dampak dari bully ini tidak hanya fisik. Tetapi juga pada depresi. Dan itu bisa mengganggu prestasi belajar dari siswa,” ujarnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







