Menurut Yeni, jalur itu ramai dengan lalu lintas kendaraan. Kemudian masih ada sejumlah pedagang yang berjualan di sekitar lokasi kerja. Juga kendaraan milik masyarakat yang hendak ke pasar, parkir di lokasi proyek. Kondisi ini sedikit mengganggu kegiatan pekerja.
Ia menegaskan, sebelum material proyek digunakan untuk kontruksi bangunanan, sebut saja pasir wajib dilakukan uji laboratorium oleh pihak Dinas PUPR. Tujuanya agar kesesuaian material dengan spesifikasi untuk mencegah kegagalan struktural dan memastikan keberlanjutan proyek.
“Entah mereka ambil material dari lokasi mana, tapi wajib dilakukan uji laboratorium. Sehingga semua material yang digunakan, sudah lolos uji laboratorium” tegas Yeni.
Yeni juga menjelaskan bahwa dua paket kegiatan yang ada dibiayai dari sumber Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2025. Pertama, pembangunan trotoar di jalur depan taman Kota – Kantor PKK – Kantor Perpustakaan, dikerjakan oleh CV. Langke Rana, dan nilai kontrak sebesar Rp494.594.000.
“Kegiatan ini sebagai upaya pengembalian fungsi jalan untuk pejalan kaki yang sebelumnya kondisi trotoar sudah rusak. Jadi ditata lagi biar lebih estetik, dan gambarnya disesuaikan dengan trotoar eksisting yang sudah ada,” jelasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







