Selama ini, penelitiannya berfokus pada pengembangan material nanopori dan MXene, material nano dua dimensi yang baru ditemukan secara global pada 2011.
“Lab kami adalah yang pertama mengembangkan MXene di Indonesia sejak tahun 2019,” kata lulusan S1 Universitas Indonesia tersebut, mengutip laman resmi ITB, Minggu, 24/8/2025).
Sebagai ilmuwan muda, ia menyadari adanya tantangan seperti keterbatasan bahan dan fasilitas. Namun, itu bukan sebuah halangan karena ilmuwan harus mengusahakan sesuai fasilitas yang ada.
“We make the best out of what we have. Kuncinya adalah kolaborasi dengan kolega-kolega di luar negeri. Muda itu bukan soal usia saja, tapi tentang semangat yang membara dan tidak pernah padam. Kita tidak boleh merasa kecil karena masih muda,” ungkap Dr Grandprix.
Ia percaya diri, bahwa penelitiannya di bidang katalis, akan memiliki dampak signifikan dalam lima tahun ke depan.
“Mengingat lebih dari 90% proses industri kimia memerlukan katalis, inovasi yang efisien dan berkelanjutan di bidang ini akan membawa pengaruh besar terhadap sektor energi, lingkungan, dan manufaktur nasional,” tutur dosen kelahiran 31 Maret 1993 itu.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

