Penanganan difokuskan pada titik-titik yang berdampak langsung terhadap akses transportasi, keselamatan pengguna jalan, serta wilayah yang rawan terjadi longsor susulan. Selain melakukan pembersihan material, pemerintah juga terus memantau kondisi jalan dan aliran sungai yang mengalami peningkatan debit air akibat intensitas hujan tinggi.
Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Jalur Ruteng–Iteng diketahui menjadi salah satu akses penting penghubung sejumlah wilayah di Kecamatan Satarmese dan sekitarnya.
Saat ini, jalur Ruteng–Iteng sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat setelah dilakukan penanganan dan pembersihan material longsor di lokasi kejadian.
Camat Satarmese, Yohanes Paulus Jenahat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat menangani longsor tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Dinas PUPR, BPBD, Kapolsek Iteng, Babinsa, Pemerintah Desa Umung dan masyarakat yang bersama-sama bekerja membersihkan material longsor. Puji Tuhan, saat ini jalur Ruteng–Iteng sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ungkapnya.
Masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintas mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dan rawan longsor di beberapa titik.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







