Di Indonesia sendiri, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa per September 2020, suhu udara rata-rata Indonesia mengalami kenaikan ekstream yang mencapai 27,2 derajat celcius. Kemudian pada tahun 2021 Indonesia mengalami tahun terpanas urutan ke-8 dengan nilai anomali sebesar 0,4 derajat celcius. “Dalam hal ini, pengelolaan sampah juga ikut mempengaruhi dinamika perubahan iklim di Indonesia,” katanya.
Sementara itu Kadis PMD Yosef Jehalut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak Ayo Indonesia yang berkenan menyelenggarakan sosialisasi Proklim tersebut. Bahwasanya industrialisasi di dunia memberikan dampak yang meresahkan pada kestabilan iklim. Dan Negara Indonesia dalam forum internasional telah menyatakan komitmen untuk dapat menjaga suhu rata-rata global agar tidak melebihi dari 2 derajat celcius.
Proklim mengaplikasikan konsep pemberdayaan masyarakat atau Community Based Development. Dalam pemberdayaan masyarakat, berbagai hal lain menjadi aspek yang ikut diperhatikan seperti; institusi penunjang dalam proses produksi, kesetaraan (equity), keamanan (security), keberlanjutan (sustainability) dan kerjasama (cooperation), yang pemanfaatan sumber daya lokal (local resource based).
Menurut Kadis PMD, peran proklim sebagai program ketahanan iklim di tingkat lokal sangat penting untuk diawasi pelaksanaannya. Mengingat bahwa Proklim telah menjadi bagian dari kebijakan transisi Indonesia menuju masa depan yang rendah emisi dan berketahanan iklim sesuai dengan dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











