Di TKP Romanus Membantah, Saksi Benarkan Pengakuan Korban

Romanus
Polisi Gelar Olah TKP (foto: Nardy Jaya)

Borong, infopertama.com – Satuan Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Wae Lengga menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus percobaan pembunuhan terhadap seorang wartawan di Manggarai Timur.  Beberapa anggota kepolisian diturunkan dan disaksikan langsung oleh Kapolsek Waelengga, Iptu. Ketut Kantun, pada Senin (17/5/2021) kemarin. 

Belum ada keterangan Resmi terkait hasil olah TKP tersebut namun kepada awak media Kapolsek Ketut berjanji akan mengusut kasus ini hingga tuntas. “Kami akan mempercepat proses penanganan kasus ini. Pokoknya kami usut hingga tuntas,” ujar Kantun.

Sementara terkait pelaku yang tidak ditahan, Kantun mengatakan pihaknya mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP). ”Kita lakukan pengembangan dulu. Kita periksa dulu saksi-saksi, baru kita laksanakan (penahanan),” katanya. 

Kantum menambahkan, untuk meminimalisasi aksi balas dendam pihaknya telah memberi pengertian kepada keluarga korban. 

Sementara itu dari hasil penelusuran media ini, pelaku Romanus membatah semua tuduhan yang korban Nardy Jaya sampaikan. Namun beberapa Saksi mata di tempat kejadian membenarkan keterangan korban.

Penelusuran infopertama

Pengakuan Pelaku

Kepada awak media Romanus Dadu pelaku yang diduga melakukan percobaan pembunuhan membantah semua keterangan Korban Nardy Jaya. Dadu mengelak dari tuduhan Nardy namun mengakui bahwa Ia saat kejadian itu dalam keadaan Mabuk. “Saya berani sumpah, demi Tuhan saya tidak melakukan itu. Nardy dan adiknya datang di halaman rumah saya dengan marah-marah. Makanya saya ke luar bawa dengan parang untuk berjaga-jaga. Sampai di luar dia punya adik datang rebut parang di saya dan tangannya terluka. Saya tidak tahu luka di leher Pangkarius, mungkin itu kena pagar bambu di depan rumah saya,” kata Dadu. 

Ia juga membantah terkait makian dan ancaman pemerkosaan terhadap Istri Nardy Jaya. “Saya hanya ngamuk-ngamuk dari rumah karena pada malam sebelumnya Nardy lempar rumah saya tanpa sebab,” jelas Dadu.

Keterangan beberapa saksi mata di tempat kejadian

Beberapa orang yang menyaksikan peristiwa itu, memberikan keterangan yang berbeda dari pengakuan Romanus Dadu. Yoseph Tote, tetangga pelaku malah membenarkan aksi kekerasan pelaku Romanus, pada siang hari Jumat 14 Mei. “Saya melihat dan mendengar pelaku mengamuk dan melontarkan kata-kata kasar terhadap istri Nardy Jaya. Semua yang dikatakan Nardy itu sudah faktanya,” terang Tote.

Senada dengan Tote, Elisabeth Harianti Ayu, orang yang saat kejadian berlangsung berada bersama Istri Nardy Jaya juga menjelaskan hal serupa. “Kami mendengar Dadu memaki dan ingin memperkosa Kaka Ipar saya. Ia mengamuk sambil mengancam dengan menggunakan parang,” kata Elisabeth.

Sementara, Petrus K. Yatis, yang berada di TKP saat kejadian berlangsung, membantah semua keterangan Pelaku Romanus Dadu. “Saya dan beberapa teman ada di TKP malam itu. Kami melihat Dadu mengamuk dan mengayunkan parang sehingga melukai tangan dan leher korban Pangkrasius Jaya. Tidak dibenarkan kejadian tersebut terjadi di kwintal (halaman rumah) pelaku Romanus,” jelas Petrus.

Selain itu seorang warga kampung, Dominikus Endoru yang mengatakan apa yang pelaku sampaiakn adalah bentuk pembelaan diri agar tidak terjerat hukum. Sebetulnya dia telah melakukan percobaan pembunuhan. “Satu Kampung ini tidak ada yang suka dengan tingkah laku pelaku saat mabuk. Ia tidak segan-segan memaki bahkan mengancam orang kalau dalam posisi mabuk. Tapi kalau tidak mabuk, dia biasa-biasa saja. Aneh,” paparnya.

Pengakuan Korban

Korban Nardy Jaya kembali menegasakan dirinya tak pernah berselisih paham dengan Romanus Dadu. Namun hal yang disampaikan kepada pihak kepolisian dan media berdasarkan fakta yang Ia alami. “Itu (pengakuan pelaku) adalah bentuk pembelaan diri. Saya tidak ada masalah degannya,” kata Nardy.

Sementara itu, Istri Nardy Jaya, Yovita mengaku trauma melihat melihat Romanus Dadu. Ia takut khawatir, pelaku akan mengulangi perbuatannya jika biarkan bebas dan tak segara tahan. “Apalagi pelaku masih berkeliaran di kampung. Kami takut dengan ancaman-ancaman yang pernah ia utarakan. Kami harap pihak kepolisian segera menahan pelaku,” kata Yovita.

Informasi sebelumnya, Nardy Jaya, Wartawan media daring Bidik News asal Rana Meti, Kelurahan Rongga Koe, Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur, hampir saja kehilangan nyawanya  pada Jumat (14/05/21) lalu. Nardy Hendak dibacok Romanus Dadu (54) seorang pria paruh baya yang masih sekampung dengannya. “Saat itu, tiba-tiba adik saya Pankarius Jaya berteriak bahwa ada seseorang dengan parang di tangan. Saya langsung berdiri dan menoleh ke arah belakang. Dia yang dalam keadaan panik mencoba untuk menghentikan niat pelaku,” ungkap Nardy.

Seketika itu, adiknya terkena sabetan parang karena menghalangi pelaku. Nardy selamat, namun Pankarius mengalami luka serius di bagian Tangan dan leher. Hingga kini, korban Pangkrasius masih di rumah sakit dalam pengawasan medis. (Red-An)

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV