Ruteng, infopertama.com – Desa Ruang di Kecamatan Satar Mese Utara berhasil mendapatkan suntikan dana investasi sebesar Rp350 juta dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) melalui program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).
Pernyataan ini disampaikan Kepala Bidang Penguatan Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat Dinas PMD Manggarai, Heribertus WG, Senin, (9/12/2025).
Dijelaskannya, dari total tiga desa yang diajukan, dua desa gugur pada tahap verifikasi sehingga hanya desa Ruang yang lolos.
“Ada tiga desa yang kita ajukan, namun dua desa gugur ditahap verifikasi, sehingga satu desa yang lolos, itu di desa Ruang, kecamatan Satar Mese Utara,” kata Heribertus.
Lebih lanjut, ia menyampaikan pencairan dana tahap I sudah mencapai 70 persen dan saat ini telah dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Pengelolaan dana ini difokuskan untuk pengembangan peternakan ayam petelur sebagai salah satu sektor ekonomi produktif yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Ruang.
“Kalau tahap I sudah disalurkan, sebesar 70 persen, dan sekarang sudah dikelola oleh bumdes di desa,” jelasnya.
Selain dana demplot dan investasi, Pemerintah pusat juga mengalokasikan dana Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) mencapai Rp400 juta per kawasan yang digunakan untuk pengembangan potensi unggulan.
Namun berbeda dengan dua skema sebelumnya yang berbasis desa, program RITD menggunakan pendekatan kawasan, menyasar kolaborasi antardesa dalam satu wilayah masing‑masing untuk pengembangan hortikultura dan beras kemasan.
Tiga kawasan yang terpilih sebagai penerima dana RITD adalah Desa Bangka Kenda (Kecamatan Wae Ri’i) untuk hortikultura, Desa Paka (Kecamatan Satar Mese) untuk beras kemasan, dan Desa Ruang (Kecamatan Satar Mese Utara) yang juga akan mengembangkan investasi ayam petelur.
Kabid Heribertus menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor sangat krusial dalam pelaksanaan dan pengawasan program TEKAD, mengingat alokasi dana yang besar dan waktu pelaksanaan yang padat.
Untuk itu, tim pembina dari pemerintah daerah bersama dinas-dinas teknis terus mendampingi pelaksanaan TEKAD, mulai dari perencanaan, administratif, hingga pendampingan lapangan, agar semua proses berjalan tertib dan tepat sasaran.
“Dinas PMD sebagai leading sector bertugas mengawal, mendampingi, dan mengawasi seluruh proses pelaksanaan di lapangan. Kami juga terus berkoordinasi dengan dinas teknis seperti Pertanian dan Peternakan agar semua kegiatan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan,” tutupnya.
Dengan dukungan modal, pendampingan teknis, dan pengelolaan formal melalui BUMDes, program TEKAD di Manggarai diharapkan dapat berpotensi besar membawa transformasi ekonomi desa yang signifikan dan berkelanjutan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



