Ia mengakui memang website desa Bangka La’o dibuat September 2022 silam saat pelatihan di Labuan Bajo. Sayangnya, jelas Yohanes Santo sejak itu, usai pelatihan tidak aktif lagi.
“Memang pelatihan dan pembuatan website dulu pada September 2022 di Labuan Bajo, kebetulan saya sendiri yang ikut. Karena, operator kala itu berhalangan. Setelah itu, banyaknya pekerjaan dan minimnya pengetahuan kami di desa soal dunia digital ini juga salah satu alasannya.” Ujar Yohanes Santo.
Demikian Yohanes Santo berharap ke depan pemerintah kabupaten Manggarai melalui dinas Kominfo tidak kapok tuk melakukan pendampingan kepada pengelola website desa, khusunya di Bangka La’o.
“Semoga saja ke depan Bangka La’o semakin dikenal lewat website desa. Kami juga berharap kominfo selalu mendampingi atau menjadi pengasuh bagi kami desa hingga benar-benar kami memahaminya.”
Pantauan media ini, sekertaris Kominfo Manggarai, Paulus Jeramun pada sela-sela mengakitkan website desa Bangka La’o juga menjelaskan langkah-langkap mengolah website desa. Termasuk cara menerbitkan atau mempublikasi konten informasi atau berita tentang desa Bangka La’o kepada Operator desa.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







