“Rekrut Pater Simon ini dia bawa dengan dia punya koperasi, kelompok sayur. Pelan-pelan dia rekrut warga di sana jadi nasabah. Sehingga ada ikatan. Dan, saat itu baru ada kelompok yang menolak, sebelum itu tidak. Kami semua satu padu membantu pemerintah waktu sosialisasi, waktu survei. Sehingga, karena ini berjalan bupati mengeluarkan SK penetapan.” Beber Raimundus Wajong.
Wajong melanjutkan, sudah SK Penetapan dan begitu masuk tahapan pengukuran, Pater Simon sudah masuk. Dia rekrut nasabahnya dengan dia punya banyak cara. Nah coba sekarang, beri alasan dari Pater Simon dampak buruk itu apa? Hanya, beri contoh Lapindo. “Lho, kenapa Ulumbu yang sudah dirasakan warga masyarakat tidak menjadi contoh?”
Lebih lanjut, Raimundus menjelaskan skenario aksi tolak Geothermal hingga nekat ber- telajang dada.
“Tidak ada budaya kita orang Manggarai, seorang perempuan telanjang. Tetapi karena ini diperintah oleh Pater Simon, kita orang Manggarai bisa lakukan ini. Apakah kita terima?” Tutur Raimundus Wajong menanyakan.
Lanjut dia, “Ini kejadian di Poco Leok, kita tau demo di mana-mana ini dilakukan. Nah, sekarang bawa ke Manggarai. Makanya saya minta kepada seluruh warga Manggarai hati-hati, ini sudah bukan budaya kita orang Manggarai.”
“Telanjang, berpakian tidak sopan saja itu bukan budaya kita orang Manggarai. Apalagi telanjang. Hati-hati. Jadi, kalau sudah yang namanya pastor atau romo lakukan ini, mohon, siapapun orang Manggarai harus tolak.” Tegas Wajong lagi.
Lebih jauh, Raimundus Wajong meminta agar Pemimpin Tertinggi Gereja Lokal, YM Mgr. Siprianus Hormat menarik Pater Simon dari semua keterlibatannya baik melalui koperasinya, juga melalui JPIC SVD di Wilayah Poco Leok.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan