“Afghanistan kini berada di tengah pemutusan internet total, sebab Taliban ingin mengimplementasikan standar moral [menurut standar mereka]. Banyak jaringan yang tak bisa diakses pagi ini. Layanan telepon juga saat ini tak berfungsi,” tulis Netblocks dalam unggahan di media sosial Mastodon.
Selama beberapa pekan terakhir, pengguna internet di beberapa provinsi Afghanistan telah mengeluhkan jaringan internet yang melambat atau mati total. Kini, gangguan tersebut telah diberlakukan menyeluruh.
Hamid Haidari, mantan pemimpin redaksi di saluran berita Afghanistan, 1TV, mengatakan pemutusan jaringan telekomunikasi membuat satu negara dilanda ‘kesepian’.
“Afghanistan saat ini secara resmi ingin berkompetisi dengan Korea Utara dalam hal pemutusan akses internet,” kata dia di media sosial X.
“Matinya internet yang membungkam suara-suara warga Afghanistan sungguh memekakkan telinga,” tulis Mariam Solaimankhil, mantan anggota parlemen Afghanistan yang sekarang berdomisili di AS, dalam sebuah unggahan di X.
Sejak mengambil alih kekuasaan pada 2021, Taliban telah memberlakukan banyak pembatasan sesuai dengan interpretasi mereka atas hukum syariat Islam.
Pemutusan jaringan internet adalah langkah pembatasan terbaru yang dilakukan Taliban.
Sebelumnya, awal bulan ini Taliban melenyapkan buku-buku yang ditulis oleh perempuan dari universitas-universitas.
Perempuan juga dilarang menempuh jalur pendidikan setelah berusia 12 tahun. Kursus kebidanan, yang mulanya menjadi satu-satunya hal yang diizinkan untuk kaum perempuan, juga diputus pada akhir 2024 secara diam-diam.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







