Singkat cerita, infopertama.com datang mengahampiri. Tegur sapa menyampaikan selamat datang di Tanah Manggarai, berkenalan di Bandara saat kehadiran rombongan Kardinal Igatius Suharyo.
Kala itu, saya menyapa sebagai bapak Bupati, toh informasi masuk, beliau adalah Bupati. Mungkin, agar tidak membuat situasi kacau, dia mengamini, dia bupati.
Waktu yang mepet dengan padatnya jadwal hari itu, kami (saya dan bapak Deinas) janjian tuk ngobrol lebih intens di lokasi peresmian Gereja. Sekira 30 menit perjalanan dari pusat kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.
Tibalah waktu yang sudah kami janjikan bersama. Seperti sebelumnya, saya masih harus menemukan Pak Bupati Puncak Jaya di antara ribuan manusia yang sudah memenuhi pelataran Gereja Baru, Gereja Santo Nicolas Copu yang akan diurapi atau diresmikan langsung oleh Kardinal Suharyo.

Saat itu, pikiran saya agak sulit menemukan beliau, melacak keberadaannya di antara lebih banyak manusia, umat setempat dengan ciri yang sudah hampir sama, Hitam Kulit Kariting Rambut. Beruntung, Beliau dan rombongan masih menggunakan seragam khusus. Mengidentifikasi pak Bupati dari Negeri Cendawasih ini tidaklah sulit, gumamku.
Dan benar saja, mata saya secepat kilat menemukannya. Saya menghampirinya, bersalaman di sore hari dengan cuaca yang agak cerah, meski kabut mulai menghampiri.
Suhu dingin di lokasi peresmian gereja menjadi tidak asing lagi bagi Bapak Deinas. Sama dengan di Puncak Jaya cuacanya, cetusnya saat saya sambangi.
Mulailah kami ngobrol, bahas soal dirinya bisa sampai ke Tanah Nuca Lale, begitu sebutan lain tuk Tanah Manggarai. Karena sifatnya ngobrol santai sembari menanti acara Peresmian mulai, obrolanpun cair-cair saja, mengalir apa adanya. Termasuk soal alasan Beliau bisa bergabung bersama rombongan ada di tanah Manggarai [Bisa baca berita sebelumnya, di sini].
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan