“Kami ingin mereka langsung praktik. Kalau ditunda, ilmunya bisa hilang. Jadi setelah pulang, harus berani memulai dari hal kecil,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan monitoring dan pendampingan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Tahun ini, pelatihan masih diikuti peserta laki-laki. Namun, pemerintah daerah berencana membuka kesempatan bagi perempuan pada pelatihan tahun mendatang. “Kalau ada kelompok perempuan yang berminat, tentu akan kita fasilitasi. Keterampilan seperti ini terbuka bagi siapa saja,” tutupnya.
Ia juga berpesan agar generasi muda Manggarai tidak gengsi menekuni pekerjaan keterampilan yang punya nilai ekonomi besar.
Selain memperkuat keterampilan teknis, pelatihan ini juga mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang jasa pengelasan. Frederik menjelaskan, kemampuan las tidak hanya membuka peluang kerja bagi peserta, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di wilayah perdesaan.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai menargetkan peningkatan produktivitas masyarakat sekaligus penurunan angka pengangguran dan kemiskinan. Pelatihan berbasis kompetensi tersebut diharapkan menjadi model pembinaan tenaga kerja yang berkelanjutan dan mampu memperkuat ekonomi lokal di Manggarai.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan