Ruteng, infopertama.com – Sebanyak 60 peserta dari berbagai desa di Kabupaten Manggarai mengikuti pelatihan las berbasis klaster kompetensi, sebagai langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang terampil dan adaptif terhadap tuntutan pasar kerja. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja dalam membangun tenaga kerja desa yang tangguh dan mampu bersaing di dunia industri.
Pelatihan ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dalo, Kecamatan Ruteng, dalam dua gelombang, dengan fokus pada pelatihan pengelasan tingkat dasar yang menggabungkan teori dan praktik lapangan, Selasa, (14/10/2025).
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai, Frederikus Ignasio Jenarut, S.E, mengatakan pelatihan ini dilaksanakan sebagai respon atas masih minimnya tenaga terampil di bidang pengelasan di tingkat desa dan kecamatan. Kondisi tersebut, kata dia, kerap membuat masyarakat harus bergantung pada jasa tukang las dari kota.
“Kami ingin melahirkan tenaga las baru di tingkat desa agar masyarakat tidak perlu membawa pekerjaan pengelasan ke kota. Dengan begitu, mereka bisa mandiri sekaligus mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.
Frederikus menilai, pembuatan terop menjadi salah satu ide bisnis potensial di tingkat desa. Produk tersebut bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat atau disewakan sebagai sumber pendapatan tambahan. Usai pelatihan, peserta juga menerima bantuan alat kerja, seperti mesin las, grinda, dan bor agar dapat langsung memulai usaha mandiri di desanya masing-masing.
“Kami ingin mereka langsung praktik. Kalau ditunda, ilmunya bisa hilang. Jadi setelah pulang, harus berani memulai dari hal kecil,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan monitoring dan pendampingan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Tahun ini, pelatihan masih diikuti peserta laki-laki. Namun, pemerintah daerah berencana membuka kesempatan bagi perempuan pada pelatihan tahun mendatang. “Kalau ada kelompok perempuan yang berminat, tentu akan kita fasilitasi. Keterampilan seperti ini terbuka bagi siapa saja,” tutupnya.
Ia juga berpesan agar generasi muda Manggarai tidak gengsi menekuni pekerjaan keterampilan yang punya nilai ekonomi besar.
Selain memperkuat keterampilan teknis, pelatihan ini juga mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang jasa pengelasan. Frederik menjelaskan, kemampuan las tidak hanya membuka peluang kerja bagi peserta, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di wilayah perdesaan.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai menargetkan peningkatan produktivitas masyarakat sekaligus penurunan angka pengangguran dan kemiskinan. Pelatihan berbasis kompetensi tersebut diharapkan menjadi model pembinaan tenaga kerja yang berkelanjutan dan mampu memperkuat ekonomi lokal di Manggarai.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



