Labuan Bajo, infopertama.com – Philipus Neri Jewaru, tokoh Kesatuan Masyarakat Adat Mberata (Kemabrata), merasa heran dan aneh atas kedatangan Camat Komodo Yohanes Rinaldo Gampur di lokasi tanah adat Kemabrata, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis, (19/05) pukul 11.00 Wita.
“Kami, warga masyarakat Adat Mberata, merasa heran dan aneh dengan kedatangan Pak Camat Komodo itu bersama Satpol PP dan Kapolsek Labuan Bajo, tanpa didampingi Kepala Desa Macang Tanggar. Mendadak saja datang.” Kata Neri Jewaru.
Kami kira itu bagian blusukan ke warganya. Ternyata tidak. Yang lebih mengherankan dan aneh lagi, lanjut Philipus Neri, Pak Camat Komodo ini minta kami tidak mengerjakan tanah yang sudah dan sedang kami kelola dengan menanam sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman lainnya.
“Mestinya Pak Camat mendorong warganya untuk menanam. Tetapi ini justru terbalik,” pungkas Neri Jewaru.
Menurutnya, Camat Komodo yang baru ini mengatakan bahwa tanah yang sedang dikerjakan oleh warga Kemabrata tersebut bermasalah. Katanya, tanah ulayat yang telah dibagikan ke para warga masyarakat adat Mberata itu bermasalah.
Sementara menurut Neri Jewaru dan para warga Kemabrata, mereka tidak punya masalah dengan pihak manapun.
Itu tanah hak ulayat Kemabrata yang telah dibagi-bagikan dan diserahkan kepada warga masyarakat adat. Kami sudah menggarap tanah itu dan menanam sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman lainnya untuk kehidupan kami. Dan, selama ini tenang-tenang saja. Tidak ada sengketa dengan pihak manapun.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



