Ia menambahkan bahwa tahapan pengumpulan data akan dilaksanakan secara bertahap.
Pada tahap awal, kegiatan pengumpulan informasi direncanakan berlangsung pada bulan Mei hingga Juni. Selanjutnya, pendataan akan dilanjutkan dengan metode door to door pada periode Juni hingga Agustus agar seluruh unit usaha dapat terdata secara menyeluruh.
Yosef juga menjelaskan bahwa saat ini sistem pendataan telah menggunakan aplikasi yang lebih terintegrasi sehingga memungkinkan pengumpulan data yang lebih lengkap dan akurat. Melalui aplikasi tersebut, petugas dapat mencatat berbagai variabel penting terkait kondisi usaha maupun karakteristik rumah tangga pelaku usaha.
Selain itu, beberapa aspek pendataan kini dilakukan lebih mendalam dibandingkan sebelumnya, termasuk kondisi tempat tinggal serta fasilitas rumah tangga. Pendataan yang lebih rinci ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Ia juga melaporkan bahwa pihak BPS juga sebelumnya menyampaikan hal yang sama dengan Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu pada hari, Rabu kemarin.
Bupati Manggarai menambahkan bahwa data yang dihasilkan dari kegiatan ini tidak hanya penting bagi pemerintah, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam merumuskan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia juga berharap kebijakan pembangunan ke depan dapat lebih mendorong kemandirian masyarakat.
“Ke depan kita berharap mekanisme bantuan dapat lebih fleksibel dan tepat sasaran. Jika bantuan diberikan secara selektif kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, maka masyarakat akan terdorong untuk lebih mandiri dan meningkatkan produktivitasnya,” ujar Bupati Nabit.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







