Untuk mendukung proses pengolahan tersebut, lima desa penyangga di sekitar Bangka Kenda telah bersiap untuk menyuplai kebutuhan bahan baku produksi. “Desa Lalong, Desa Golo Wua, Desa Ranggi, Desa Satar Ngkeling dan Desa Golo Watu,” ujar Kades Yustina.
Dukungan serupa juga diharapkan datang dari 17 desa yang ada di Kecamatan Wae Ri’i, agar hasil pertanian masyarakat dapat dipasarkan melalui Rumah Inovasi dan Teknologi Desa Bangka Kenda. “Juga diberi kesempatan kepada 17 desa di kecamatan wae Ri’i agar setiap hasil pertanian bisa dijual di Rumah Inovasi itu nanti. Dana kami sudah siapkan” tambahnya.
Mewakili masyarakat Desa Bangka Kenda, dirinya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat hingga pemerintah tingkat Kecamatan Wae Ri’i atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan untuk mendukung pengembangan potensi desa. “Sebagai pemerintah desa, saya menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang sangat berarti bagi kemajuan Desa Bangka Kenda,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar ke depan, Desa Bangka Kenda tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga pusat inovasi yang mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga tidak hanya terpusat pada warga Desa Bangka Kenda sendiri tetapi juga warga di desa-desa sekitar.
Sementara itu, Direktur BUMDes Bangka Kenda, Dedianus Jehaman, menyampaikan bahwa pengembangan budidaya hortikultura cabai keriting merupakan strategi untuk memperkuat ketahanan ekonomi desa. Ia menilai, pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah akan membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan