Hal ini, ujar Yusup, sangat penting untuk menjadi pengetahuan dan kesadaran bersama, kemudian bersama sama juga melakukan aksi, misalnya membudidaya tanaman pangan local dan memperbaiki cara budidaya kopi dengan menggunakan pupuk organik. Tida boleh lagi menggunakan herbisida.
Nurdin Kailan, Kepala Desa Golo Ngawan pada diskusi itu mengungkapkan bahwa dana desa dan alokasi dana desa tahun ini jumlahnya menurun sebesar 250juta rupiah lebih, dari jumlah tahun sebelumnya, yaitu 1 milar rupiah lebih. Sebagian besar dana desa tahun 2024 dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), mengatasi soal stunting dan miskin ekstrim. Sedangkan alokasi anggaran pada program ketahanan pangan digunakan untuk membangun jalan tani.
“Anggaran tahun ini dinilai masih kurang sehingga masih membutuhkan dukungan lembaga lain untuk program pemberdayaan masyarakat. Jika ada tambahan anggaran dari Alokasi Dana Desa tahun 2024 maka dana itu akan digunakan untuk melaksanakan program ketahanan pangan guna penyediaan benih tanaman pangan lokal (sorgum) dan aneka jenis sayur-sayuran bagi kelompok tani dan kelompok wanita tani,” pungkasnya.
Diskusi ini diselenggarakan oleh Yayasan Ayo Indonesia melalui Program Vicra (Voice for Inclusiveness Climate Resilience Actions/Menyuarakan Untuk Aksi-Aksi Berketahanan Iklim secara Inklusi).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











