Bicara Dampak Perubahan Iklim, Pokja Matim Duduk Bersama Komunitas Muslim di Kampung Nelo Congkar

“Oleh karena itu, sebagai umat beriman kita tidak hanya berdoa tetapi juga harus memikirkan apa yang mesti kita lakukan agar lingkungan kita tidak rusak kerena ulah kita sendiri atau oleh perilaku merusak dari kita semua.”

Perubahan iklim itu sendiri, kata dia merupakan akibat dari dosa kita bersama yang tidak memberi perhatian pada upaya penyelamatan lingkungan, dimana masih ada saudara-saudara kita merambah hutan, menebang pohon di hutan seenaknya serta menggunakan pupuk kimia yang berlebihan.

“Maka pada bulan puasa ini, kita harus memeriksa batin kita masing-masing dan harus berupaya untuk merubah perilaku yang merusak lingkungan, kita harus membersihkan dosa ekologis ini. Sebab kita semua tahu, di Manggarai Timur perubahan iklim sudah di depan mata, tanda-tandanya, adalah terjadi banjir, tanah longsor, kekeringan yang berkepanjangan dan kekurangan air untuk minum dan pertanian.”

Dampak Perubahan Iklim
acara buka puasa bersama umat muslim di kampung Nelo Congkar

Pada bulan desember, jelas Jhon, biasanya ada turun hujan tetapi kali ini mulai Desember hingga awal Februari 2024 malah terjadi kekeringan, tidak turun hujan di sebagian besar wilayah Manggarai Timur. Sehingga, di beberapa wilayah sentra produksi jagung, dengan total luasan mencapai 273 ha mengalami gagal panen, yang pasti soal ini berdampak terhadap penurunan pendapatan dan penghasilan dari para petani jagung.

Kejadian ini terjadi di wilayah selatan, antara lain, di Compang Ndejing, Tana Rata, Nanga labang, Kota Ndora, Liang Bala dan Bondei.

Kemudian, dia melanjutkan penjelasannya, pada minggu pertama dan kedua bulan Maret 2024 terjadi hujan dengan curah relatif sangat tinggi di wilayah pantai utara sehingga terjadi banjir di Dampek dan Pota yang telah merusak tanaman jagung dan padi, kurang lebih 50 hektar sawah terendam banjir dalam waktu yang lama. Akibatnya, tanaman padi yang sudah umur 1 bulan batangnya rusak. Kita akan mengalami kekurangan pangan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel