Berita  

Biaya Politik Caleg Hadapi Pemilu 2024 Membengkak

Persaingan ketat

Tingginya biaya kampanye juga diakui oleh Trimedya Panjaitan, anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang kembali menjadi caleg di Dapil Sumatera Utara II pada Pemilu 2024.

Ia memprediksi, total dana kampanye yang akan dikeluarkan mencapai lebih dari Rp 3 miliar, total jumlah dana kampanye dirinya pada Pemilu 2019.

”(Pada 2024) ini akan lebih berat karena persaingan internal, eksternal, karena semua partai politik (parpol) mengeluarkan kader-kader terbaiknya. Misalnya, di Dapil Sumatera 2, akan ada dua mantan bupati yang jelas basis suaranya,” ungkap Trimedya.

Trimedya Panjaitan, (Foto: Kompas/Satrio Pangarso Wisanggeni)

Ia mengungkapkan, biaya yang besar itu umumnya diperlukan untuk mendekati konstituen. Setiap agenda pengumpulan masyarakat untuk mendengarkan visi dan misi yang akan dibawa membutuhkan pembiayaan operasional. Mulai dari memberikan konsumsi hingga uang saku kepada warga.

Apalagi Pemilu 2024 bakal dilaksanakan secara serentak. Para caleg di lapangan tidak hanya harus mengampanyekan dirinya sendiri, tetapi juga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dari parpol asal beserta koalisinya.

Tidak bisa dimungkiri, itu juga bakal menambah biaya logistik serta operasional saat bertemu dengan konstituen. ”Pidato kita, kan, dari yang tadinya 10 menit bisa jadi 15 menit,” ungkap Trimedya.

Sama halnya dengan Habiburokhman, Trimedya juga mengklaim bahwa total dana kampanye yang ia keluarkan tak sebesar caleg-caleg lain. Hal itu bisa dilakukan karena telah memiliki basis massa serta modal sosial yang kuat di tengah konstituen. Trimedya sudah menjadi anggota DPR sejak Pemilu 2004.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel