Cepat, Lugas dan Berimbang

Bersama Berjalan dan Mendengarkan: Suara Umat Menjadi Arah Pastoral

Program tersebut meliputi pelatihan pertanian organik, pengembangan usaha, literasi keuangan, dan bantuan ternak melalui kerja sama dengan Konferensi Waligereja Indonesia. Umat juga didorong bergabung dalam Koperasi Kredit Florette untuk memperoleh akses permodalan dengan bunga rendah. Beberapa anggota telah merasakan manfaat nyata bagi ekonomi keluarga.

Pada sesi diskusi, Fabianus Dan menyuarakan pengalaman konkret umat. Ia menegaskan perlunya kehadiran Gereja yang lebih nyata dalam mendampingi umat, khususnya dalam menghadapi kesulitan ekonomi dan tekanan sosial.

Ia juga meminta Gereja lebih aktif menghimbau umat untuk menghindari minuman keras serta lebih bijaksana dalam kegiatan pengumpulan dana agar tidak membebani keluarga. Gereja diharapkan mengarahkan umat pada hidup yang sederhana, bijaksana, dan solider.

Sesi terakhir disampaikan oleh Yulin Mimut, anggota Tim Sinode IV Paroki. Ia mengajak orang tua mendorong anak-anak terlibat dalam Sekami dan OMK sebagai ruang pembinaan iman dan kepemimpinan. Ia juga menyoroti kurangnya dukungan sebagian orang tua, sekaligus mengapresiasi mereka yang telah mendukung anak-anaknya aktif di Gereja.

Yulin menegaskan bahwa anak-anak dan orang muda adalah Gereja masa kini sekaligus masa depan. Karena itu, keterlibatan mereka bukan hanya penting, tetapi menjadi bagian utama dalam keberlanjutan hidup Gereja.

Dalam semangat sinodal, program yang telah dirumuskan di tingkat KBG dan paroki diharapkan dijalankan bersama. Tanggung jawab pastoral bukan hanya milik Dewan Pastoral Paroki, tetapi seluruh umat.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN