Cepat, Lugas dan Berimbang

Armendo Ditemukan 2 KM dari TKP dan Tiwu Pai Ditutup

Armendo Jeferson Ditemukan
Kaki Jenazah Armendo Jeferson saat ditemukan warga tersangkut di atas sebatang kayu dalam satu gua di dekat Kampung Kalo, 2 KM arah Barat dari Tiwu Pai.

Ruteng, infopertama.com – Armendo W. Jaferson (14), korban tenggelam di Tiwu Pai kampung Wontong, Desa Toe, Reok Barat, Manggarai, akhirnya ditemukan pada Senin 19 Januari 2026.

Tarsisius Asong, Camat Reok Barat kepada infopertama.com membenarkan Ikhwal penemuan jenazah Armendo Jeferson, Senin, 19 Januari 2026.

“Jenasah ditemukan sekitar pukul 14.00 sebelah barat Kampung Kalo, berjarak 2 km dari lokasi kejadian.” Ujar Camat Tarsi via gawainya.

Ia menambahkan, sebentar lagi akan diberangkatkan (Jenazah Armendo Jeferson -pen) menuju kampung halaman di Orong, kecamatan Welak, Manggarai Barat.

“Jenazah akan diberangkatkan menggunakan mobil ambulance Puskesmas Lemarang.” Ujarnya.

Proses Evakuasi Jenazah Armendo Jeferson

Jenazah Armendo Ditemukan pada hari ke-9 oleh Vinsensius Jemadu, warga kampung Kalo. Ia mengajak dua orang anaknya ke kali mengikuti arahan dalam mimpi.

Menurut mimpi Vinsensius, seekor celeng mati terdampar di kali dalam kondisi membusuk.

Namun, setibanya di kali, yang ditemukan Jenazah Armendo Jeferson (14), korban Tenggelam di Tiwu Pai.

Usai menemukan jenazah, Vinsensius Jemadu meminta anaknya melaporkan ke kantor desa, sementara dirinya tetap di lokasi.

Menurut penuturan Vinsensius, Jenazah Armendo tersangkut di atas satu ranting pohon dalam air yang mengapung (setelah air surut). Saat ditemukan, posisi jenasah berada di antara dua kolam di atas ranting, tangan kiri menjulur ke bawah, sementara tangan kanan semacam dijadikan bantalan kepala.

Tiwu Pai Ditutup

Sementara itu, sebelumnya Bupati Manggarai, Herybertus Nabit saat turun ke lokasi pada Sabtu, 17 Januari 2026 menegaskan bahwa Tiwu Pai DITUTUP.

Penutupan Tiwu Pai, jelas dia berdasarkan beberapa pertimbangan dan baru akan dibuka ketika ada kejelasan formulasi pengelolaanya.

“Ditutup sampai ada kejelasan pengelolaanya.” Ujar Bupati Manggarai di Wontong, desa To’e, Sabtu.

Pengelolaan Tiwu Pai yang sekarang itu perorangan, legalitasnya tidak jelas. Sehingga, ketika ada persoalan atau kecelakaan di lokasi jadi repot.

Ke depan, dibenahi semuanya, mulai dari regulasinya sampai pada pengelolaannya baru dibuka kembali.

Sebagai informasi, aparat kepolisian akan mendalami lebih lanjut peristiwa tragis yang menyebabkan Armendo W. Jeferson meninggal dunia.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

Â