Ahmad Luthfi Pastikan Bebas Biaya Kuliah dan Kos untuk Mahasiswa NTT Terdampak Bencana di Semarang

Mahasiswa NTT Terdampak Bencana
Mahasiswi Untag Semarang asal NTT, Maria Riani Nake, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kondisi keluarganya yang terdampak bencana di kampung halaman kepada Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.

Suasana dialog berlangsung haru. Salah seorang mahasiswi Untag Semarang asal NTT, Maria Riani Nake, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kondisi keluarganya yang terdampak bencana di kampung halaman. Meski diliputi rasa cemas, Maria bersama kakak dan adiknya tetap berupaya melanjutkan studi di Semarang.

Ahmad Luthfi memberikan dorongan semangat agar Maria tetap fokus menyelesaikan pendidikan. “Saya terharu, karena sudah dianggap anak oleh Pak Gubernur Jateng,” tutur Maria.

Mahasiswa lainnya, Alfonsius Joivan Sar asal Kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur, mengungkapkan bahwa rumah keluarganya di kampung belum dapat ditempati sehingga masih bertempat tinggal di posko pengungsian. Akses menuju lokasi yang sulit membuat bantuan dari luar daerah belum sepenuhnya menjangkau wilayah tersebut.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sedikitnya 172 mahasiswa NTT di Kota Semarang yang terdampak bencana. Mereka berasal dari beberapa daerah, meliputi Manggarai Raya, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Maumere. Jumlah ini diproyeksikan masih dapat bertambah seiring proses pendataan yang terus berjalan.

Selain bantuan biaya kuliah dan tempat tinggal, disalurkan pula Jaminan Sosial berupa Jaring Pengaman Sosial (JPS) sebanyak 172 paket sembako. Setiap paket bernilai Rp250 ribu, dengan total bantuan sembako mencapai Rp43 juta.

Armansyah, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, menyampaikan apresiasinya atas respon cepat Pemprov Jateng. “Saya dan teman-teman dari NTT mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah yang sudah menengok dan memberikan bantuan kepada kami. Uang UKT dan uang kos,” ucapnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel