Ruteng, infopertama.com – Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si., resmi meraih jabatan akademik Profesor/Guru Besar dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Capaian ini menegaskan sosok Uskup Maksimus sebagai figur gembala umat sekaligus akademisi yang konsisten merawat dialog antara iman, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan.
Kementerian menetapkan jabatan Profesor tersebut dalam bidang Sosiologi Agama/Multikulturalisme melalui Surat Keputusan Nomor 1767/M/KPT.KP/2026 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen. Keputusan itu berlaku efektif mulai 1 Januari 2026.
Jejak Panjang Akademik di Unika St. Paulus Ruteng
Sebelum menerima tahbisan sebagai Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Dr. Maksimus Regus menorehkan rekam jejak akademik yang kuat di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng. Ia pernah mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan kemudian dipercaya memimpin kampus sebagai Rektor Unika St. Paulus Ruteng.
Dalam berbagai peran strategis itu, ia aktif mendorong budaya riset, dialog lintas disiplin, serta keterlibatan kampus dalam isu-isu kemanusiaan, keberagaman, dan keadilan sosial di Flores dan Nusa Tenggara Timur.
Sosiologi Agama dan Multikulturalisme sebagai Jalan Pengabdian
Sebagai Profesor, Dr. Maksimus Regus mengembangkan kajian sosiologi agama dan multikulturalisme yang berpijak pada realitas masyarakat majemuk. Perspektif keilmuannya menempatkan agama sebagai kekuatan sosial yang membela martabat manusia, menjaga harmoni sosial, dan merawat keberlanjutan lingkungan hidup.
Baca Juga: Lahir 2 Guru Besar dan Deretan Lektor Kepala, Unika Ruteng Terus Pacu Mutu Pendidikan Tinggi
Bidang kajian ini sekaligus memperkuat posisi Unika St. Paulus Ruteng dalam pengembangan ilmu sosial-keagamaan yang kontekstual dan relevan dengan tantangan masyarakat plural di kawasan timur Indonesia.
Syukur, Bukan Prestasi Personal
Menanggapi penetapan jabatan Profesor tersebut, Uskup Maksimus Regus menyampaikan rasa syukur yang mendalam.
“Saya bersyukur kepada Tuhan dan Bunda Maria atas anugerah Guru Besar ini. Capaian ini tidak berdiri sebagai prestasi personal, melainkan buah dari dedikasi dan komitmen institusional,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi peran LLDikti Wilayah XV yang secara konsisten mendorong penguatan karier akademik melalui tridarma perguruan tinggi.
Baca Juga: Pengukuhan Guru Besar Profesor Hieronimus Jadi Kebanggaan Seluruh Rakyat dan Pemda Manggarai
“Saya berterima kasih kepada LLDikti XV atas dorongan berkelanjutan bagi insan akademik di wilayah ini untuk terus bertumbuh,” ujarnya.
Unika St. Paulus Ruteng sebagai Rumah Akademik
Uskup Maksimus menegaskan bahwa Unika St. Paulus Ruteng memegang peran penting dalam perjalanan akademiknya.
“Pengakuan ini terutama merupakan pengakuan atas dedikasi Unika Santu Paulus Ruteng dalam dunia pendidikan tinggi dan pencerdasan publik di kawasan ini,” tegasnya.
Ia juga menyebut dukungan berkelanjutan dari Dewan Pembina Yayasan, Ketua Yayasan, Rektor, jajaran struktural, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta perhatian khusus dari Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, yang konsisten memotivasi pengembangan akademisi Katolik.
Guru Besar dan Pelayanan Gereja
Sebagai gembala umat, Uskup Maksimus menilai jabatan Profesor ini memperluas horizon pelayanannya.
“Anugerah Guru Besar ini memperkuat tanggung jawab saya untuk memperlihatkan wajah Tuhan yang berpihak pada keberlanjutan kehidupan, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan hidup,” katanya.
Ia menegaskan bahwa reproduksi pengetahuan harus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat luas, bukan hanya bagi komunitas akademik.
Harapan bagi Pendidikan Tinggi di Kawasan Timur
Mengakhiri pernyataannya, Uskup Maksimus menyampaikan harapan besar bagi masa depan pendidikan tinggi.
“Saya berharap masyarakat akademik di kawasan ini terus menghadirkan dampak konstruktif bagi kehidupan. Unika Santu Paulus Ruteng harus terus bertumbuh sebagai center of excellence yang relevan, dialogis, dan transformatif,” pungkasnya.
Capaian akademik Uskup Dr. Maksimus Regus menegaskan bahwa iman, ilmu, dan pelayanan kemanusiaan dapat berjalan seiring dalam membangun peradaban yang bermartabat dan berkeadilan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
