Cepat, Lugas dan Berimbang

Pria Meraba-raba sedangkan Wanita Tidak

infopertama.com – Hormon oksitosin dikenal sebagai ‘hormon belaian’, yang terlepas ketika kulit seseorang dibelai dengan lembut atau mereka sedang ditimang-timang. Hormon itu meningkatkan kepekaan terhadap sentuhan dan perasaan ikatan, serta merupakan faktor utama dalam perilaku wanita terhadap bayi-bayi dan pria. Ketika seorang wanita mulai memberikan asi, hal itu memicu refleks ‘pelepasan yang membebaskan susu dari payudara.

Jika seorang wanita ingin menyenangkan seorang pria dengan menyentuhnya, secara alami dia akan melakukannya dengan cara yang dia sendiri juga akan senang menerima.

Dia membelai-belai kepala kekasihnya dengan lembut, mengusap wajahnya, mengusap punggungnya dan dengan lembut menyisir rambutnya.

Jenis sentuhan ini memiliki dampak kecil saja pada kebanyakan pria, bahkan kadang-kadang terasa mengganggu. Kulit pria kurang peka pada sentuhan dibandingkan dengan kulit wanita. Hal itu berguna supaya ia tidak terlalu mudah terluka atau merasa sakit ketika berburu.

Pria lebih suka disentuh terutama pada area khusus, sesering mungkin. Hal itu tentu saja membuat masalah besar dalam hubungan mereka. Ketika seorang pria memutuskan untuk menyentuh seorang wanita secara sensual, ia akan menyentuhnya pada tempat yang disukainya sendiri, ia menjamah payudara dan selangkang. Itu merupakan hal teratas dalam daftar hal-hal yang dibenci wanita dan mengakibatkan rasa tidak suka pada kedua belah pihak.

Ketika pria dan wanita saling memberikan sentuhan sensual berdasarkan pada kepentingan masing-masing kekasih dan kepekaan kulitnya, maka hubungan mereka akan semakin erat.

Adakah Cinta di Musim Semi?

Jam biologis alam bekerja untuk memungkinkan hewan betina melahirkan saat suhu menghangat dalam tahun itu sehingga memastikan keselamatan bayi-bayi mereka.

Pada satu spesies misalnya, katakan saja tiga bulan masa kehamilan betinanya, alam akan membuat hewan jantannya menjadi lebih bergairah pada musim semi sehingga para bayi akan lahir pada musim panas. Bagi manusia, masa kehamilan berlangsung selama sembilan bulan karena itu testosteron pria juga meningkat mencapai paling tinggi sembilan bulan sebelum itu, yaitu pada musim gugur. Pepatah kuno me-ngatakan, “Pada musim semi birahi pria menjadi cinta” dan ini hanya berlaku pada jenis hewan yang memiliki masa kehamilan singkat, kira-kira tiga bulan.

‘Cinta pada musim semi’ hanya untuk hewan dengan masa kehamilan singkat.

Penelitian-penelitian di Southern Hemisphere menunjukkan bahwa hormon testosteron pria meningkat tertinggi pada bulan Maret, sedangkan di North Hemisphere, pada bulan September. Pria juga memperlihatkan menjadi lebih mampu dalam membaca peta selama tiga bulan tersebut karena kemampuan ruang ditingkatkan oleh testosteron.

Berpikiran Seksi

Karena benak adalah campuran dari aneka macam reaksi kimia, maka mungkin saja membuat diri Anda berpikiran seksi. Teknik ini diajarkan oleh banyak terapis. Hal itu hanya mengaitkan pemusatan pikiran hanya pada satu aspek positif yang ada pada pasangan Anda dan mengingat-ingat pengalaman seksual yang paling hebat yang pernah Anda berdua alami.

Otak bereaksi dengan membuat bahan-bahan kimia dalam otak sehingga membangkitkan dorongan seks Anda dan membuat Anda merasa tampak seksi. Reaksi ini menjadi sangat jelas selama dalam tingkat kegilaan atau bercumbu di mana seorang kekasih dapat melihat hanya kebaikan di dalam diri pasangannya dan membuat dorongan seks mereka tampaknya tidak pernah berakhir.

Anda juga bisa melakukan sebaliknya, menjauh dari pikiran seksi dengan memusatkan pikiran pada hal-hal negatif pasangan, sehingga menghalangi otak melepaskan kimia yang berfungsi sebagai pendorong birahi seksual.

Membangkitkan Gairah Kembali

Kabar baiknya adalah karena Anda dapat membuat diri Anda sendiri untuk memikirkan seks, maka Anda juga dapat membuat diri Anda untuk memasuki taraf mabuk kepayang kapan pun Anda mau, yaitu dengan menciptakan rutinitas cumbuan yang pernah terjadi pada saat pertama kali Anda memulai hubungan itu.

Karena itulah makan malam dengan lilin menyala, berjalan-jalan di pantai yang romantis dan berakhir minggu berdua saja, mampu diharapkan hasilnya. Anda seolah memberi beberapa ‘hentakan’ hormon – yaitu perasaan yang sering disebut sebagai ‘mabuk cinta’ dan ‘mabuk kepayang’.

Mereka yang sedang jatuh cinta, berharap masa mabuk kepayang yang menyenangkan itu tidak akan berakhir, namun sayangnya hal itu tidak mungkin terjadi. Akan tetapi, dengan perencanaan yang baik, masa itu dapat diciptakan kembali kapan pun Anda membutuhkannya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

Â