Cepat, Lugas dan Berimbang

Unika Cetak 1.304 Sarjana Baru, Fabi Abu Ingatkan Soal Panggilan Moral dan Tantangan Intelektual

Ruteng, infopertama.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapreasi 1.304 wisudawan-wisudawati Unika St. Paulus Ruteng yang dilangsungkan di Aula Asumpta Katedral Ruteng, Sabtu, 6 Desember 2025.

Para wisudawan/wisudawati ini berasal dari Fakultas Kesehatan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, serta Fakultas Teknik.

Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, S.Pd dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten 3, Yoseph Jelamu, atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai menyampaikan profisiat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika Unika St. Paulus Ruteng, khususnya kepada para wisudawan /wisudawati beserta keluarga yang hari ini merayakan buah dari perjuangan panjang, penuh dedikasi, dan pengorbanan.

Kehadiran pemerintah dalam momen ini, kata Fabianus Abu, adalah bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap lembaga pendidikan tinggi ini yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia Manggarai.

Menurutnya, sejarah panjang lembaga ini-dari APK, STKIP, hingga kini menjadi Universitas Katolik-telah melahirkan alumni yang berkiprah di berbagai sektor, baik pemerintahan, swasta, maupun wirausaha.

“Unika St. Paulus Ruteng bukan sekadar institut akademik, melainkan mitra strategis dalam mewujudkan visi pembangunan daerah. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran kampus dalam membentuk insan-insan yang berilmu, beriman dan berkarakter.”

Lebih dari itu, universitas memiliki tugas mulia untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian, tegas Fabianus Abu, bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga untuk menghadirkan solusi nyata bagi kesejahteraan bersama.

Melalui penelitian, universitas diharapkan untuk:

Menghasilkan inovasi yang menjawab persoalan lokal, mulai dari pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan hidup.

Menjadi pusat lahirnya gagasan yang berakar pada kearifan budaya Manggarai, sehingga ilmu pengetahuan tidak tercerabut dari nilai-nilai lokal.

Mendorong kebijakan pembangunan berbasis bukti, agar setiap langkah pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“Dengan demikian, penelitian di Lembaga universitas adalah jembatan antara ilmu pengetahuan dan kesejahteraan rakyat, sekaligus cahaya yang menuntun pembangunan daerah menuju masa depan yang lebih manusiawi.”

Demikian Fabianus Abu, hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Anda (Wisudawan/ti) akan memasuki dunia yang berbeda dari ruang kuliah-dunia nyata yang menuntut ketangguhan, kepekaan, dan kemampuan beradaptasi.

Panggilan Moral Vs Tantangan Intelektual

Ia menuturkan, tema wisuda tahun ini Adalah, “Membangun Daya Kritis, Inovatif, dan Adaptif Gen-Z dalam Menghadapi Era Post Truth”, adalah panggilan moral sekaligus tantangan intelektual untuk membangun beberapa sikap intelektual, antara lain:

– Daya kritis menuntut Anda untuk memilah kebenaran dari manipulasi, fakta dari hoaks, dan logika dari sekadar opini.

– Inovatif berarti menghadirkan kebaruan yang memberi manfaat, bukan sekadar mengikuti arus.

– Adaptif adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan cepat dan tepat terhadap perubahan sosial, teknologi, dan budaya yang begitu dinamis.

-Era post truth adalah zaman di mana kebenaran sering dikaburkan oleh popularitas, dan kejujuran bisa dikalahkan oleh algoritma. Karena itu, Anda dituntut menjadi penjaga nurani dan akal sehat, benteng moral sekaligus intelektual bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Fabianus menyebutkan bahwa Inovasi tidak berarti meniadakan nilai-nilai luhur yang telah lama menjadi pedoman masyarakat. Perubahan sejati adalah perubahan yang akomodatif, yang mampu menghargai masukan, kearifan, dan tradisi hidup di tengah komunitas.

“Inilah wujud sikap humanis, menempatkan sesama sebagai mitra sejajar, saling mendukung dan memperkaya. Seperti ungkapan klasik Homo homini socius-manusia adalah sahabat bagi sesamanya, maka setiap kebaruan yang kita ciptakan haruslah berakar pada semangat kebersamaan dan kemanusiaan.

Era digital menuntut literasi teknologi yang mumpuni. Anda, generasi Z, adalah penggerak utama zaman ini. Maka, jadilah penengah di tengah arus informasi yang kadang menyesatkan. Bedakan fakta dari hoaks, lawan ujaran kebencian, dan sebarkan pengetahuan tentang transformasi digital: dari e-book hingga e-commerce, dari media sosial hingga platform pembelajaran daring.

“Saya yakin, bekal ilmu, pengalaman, dan semangat penelitian yang Anda peroleh di Unika St. Paulus Ruteng akan menjadi modal kuat untuk menghadapi tantangan dan berkontribusi bagi Manggarai, Indonesia, dan dunia.”

Mengakhiri sambutannya, Atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai, Fabianus kembali mengucapkan selamat kepada para wisudawan/wisudawati.

“Terima kasih kepada keluarga yang telah mendampingi perjuangan anak-anaknya, dan kepada Unika St. Paulus Ruteng atas dedikasinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta komitmennya mengembangkan penelitian demi kesejahteraan masyarakat.”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

Â