Ruteng, infopertama.com – Nama sejumlah menteri kabinet Prabowo Gibran diminta diberhentikan dari jabatannya.
Desakan pemberhentian sejumlah menteri di kabinet Prabowo Gibran ini datang dalam, dari barisan pendukung dan pemenangan Prabowo Gibran pada Pilpres 2024.
Adalah Ikatan Relawan Merah Putih Prabowo Se-Indonesia (IRMPSI) yang diketuai H. Najamudin, S.E., M.M. dan Sekretaris Umum Indria Febriansyah, S.E., dalam pernyataan sikap mendesak Presiden Prabowo segera melakukan pemberhentian sejumlah pembantunya, menteri kabinet Prabowo Gibran dan pejabat strategis lainnya
Demikian IRMPSI menyebut desakan itu dilatarbelakangi keprihatinan atas jatuhnya korban dalam demonstrasi yang terjadi di Jakarta dan berbagai daerah.
Mereka menilai insiden tersebut mencerminkan defisit komunikasi politik antara pemerintah dan rakyat.
“Demokrasi tidak seharusnya memakan korban. Negara wajib hadir untuk memastikan aspirasi rakyat tersampaikan tanpa kekerasan,” tulis pernyataan tersebut.
Loyalitas Relawan, Bukan Diam
Dalam dokumen bernomor 01/IRMPSI/VIII/2025, IRMPSI menegaskan bahwa loyalitas kepada Presiden Prabowo bukan berarti membiarkan keadaan, melainkan berani mengingatkan agar pemerintahan tetap berpihak pada rakyat.
Mereka juga menolak relawan bayangan yang hanya menjadi ornamen politik, dan mendorong pembentukan wadah resmi keterlibatan relawan di tingkat nasional sebagai jembatan komunikasi antara rakyat dan pemerintah.
Karenanya, mereka menuntut agar Presiden Prabowo melakukan reshuffle terhadap sejumlah nama. Dalam pernyataan kedua bertajuk “Tuntutan Terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto”, IRMPSI menilai sejumlah pejabat publik dan komisaris BUMN belum menunjukkan kinerja optimal.
“Oleh karena itu, relawan menuntut dilakukan reshuffle kabinet sebagai langkah konstitusional dan sah demi perbaikan tata kelola pemerintahan.”
Adapun daftar pejabat yang diminta untuk diganti antara lain:
1. Menteri Dalam Negeri – Tito Karnavian
2. Kapolri – Listyo Sigit
3. Menteri Keuangan – Sri Mulyani
4. Menteri BUMN – Erick Thohir
5. Menteri Investasi & Hilirisasi – Roslan Perkasa Ruslani
6. Menteri ESDM – Bahlil Lahadalia
7. Menteri Imigrasi & Paspor – Agus Andrianto
8. Menko Bidang Pangan – Zulkifli Hasan
9. Menteri Kesehatan – Budi Gunadi Sadikin
10. Menteri Kehutanan – Raja Juli Antoni
11. Menteri Pendidikan Tinggi – [belum disebutkan nama]
12. Menteri ATR/BPN – Nusron Wahid
13. Wamen Kebudayaan – Giring Ganesha
14. Komisaris Independen PTPN – Tsamara Amany
15. Komisaris MIND ID – Grace Natalie
16. Komisaris PLN Nusantara Power – Ade Armando
17. Komisaris Pertamina – Condro Kirono
18. Komisaris Independen ID Food – Silfester Matutina
19. Kepala BGN – Dadang Hidayana
Desakan Perubahan untuk Stabilitas Nasional
IRMPSI menilai reshuffle ini penting untuk menjaga stabilitas nasional, kelancaran program kerja presiden, serta menjawab tuntutan perubahan rakyat.
“Kami percaya dengan penyegaran ini, pemerintahan akan lebih solid, efektif, dan fokus pada pencapaian visi besar Indonesia yang adil, makmur, serta berdaulat,” tegas pernyataan tersebut.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel