Ruteng, infopertama.com – Sebuah tangkapan layar percakapan via aplikasi Perpesanan milik Meta, WhatsApp adanya dugaan upaya pemerasan oleh oknum wartawan media online yang bertugas di Kabupaten Manggarai viral di aplikasi thread.
“Dia lagi, peras terus nana (Panggilan untuk laki-laki -pen).. Pernah dipecat Floresa apa mau dipecat lagi… ohhh wartawan.” bunci caption diaplikasi Threads yang dikutip media ini, Rabu, 30 April 2025.
Sementara dalam tangkapan layar percakapan itu, oknum Wartawan yang tertulis dengan nama Wartawan E… itu diduga meminta uang kepada salah satu pegawai pada salah satu dinas di Manggarai.
Dugaan itu karena oknum wartawan E.. menanyakan respon kepala dinas yang disampaikan dalam percakapan WhatsApp.
Ia berdalih, respon kepala dinas sangat menentukan sebuah berita dipublikasi.
“Kalau bisa mlm entar,,,,karena tunggu kejelasan itu saja kita rem pos berita ne” bunyi pesan WA yang dikirim Sabtu 26 April 2025, pukul 16.01 WITA.
“Co tae de kadis kaks.
Pastikan ta kaks
Kudu tae laku ase stut ngo sina kantor meseng.
[Kadis bilang apa kaka
Tolong Pastikan kaka
Supaya saya arahkan adik-adik yang ke kantor dinas kemarin -pen].” Bunyi percakapan WhatsApp dalam bahasa lokal Manggarai yang dikirim pada Minggu, 27 April 2025 pukul 17.44 WITA.
Hanya saja, pesan itu tidak direspon oleh oknum pegawai salah satu dinas di Manggarai itu.
Kemudian, Wartawan E.. kembali mengirim pesan pada pukul 19.53 WITA.
“Eme ngance ta kk diang gula ew,,,,,,
Ai reme kawe seng kole ami,,,, ai manga kegiatan sina Bajo ami. (Kaka, kalau bisa besok pagi,,,, karena kami sedang cari uang,,,, soalnya kami ada kegiatan di Bajo – Labuan Bajo).”
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







