Wela Wangkung: Narasi Tiga Estafet Pater Waser SVD

ESTAFET SATU

Dari perbukitan hijau Oberdorf menuju sebuah lembah terpencil nan permai; seorang lelaki muda belia (Pater Waser) memulai langkah untuk menyentuh kaki langit; disemainya Sang Sabda dari bunyi lonceng gereja saban hari; menancapkan keberanian untuk melakukan hal-hal bernilai; untuk berinkarnasi; untuk mati bagi tanah kelahiran Swiss demi memberi kehidupan bagi tanah misi.

Engkau, lelaki muda, tanpa banyak mengobral kata; bunga putih ceria beraroma; adalah seorang guru, engkau; karena mengikuti jejak Sang Guru; adalah atmosfer dan bapak asrama, engkau; yang merangsang anak-anakmu di Marienburg, Sankt Gallen untuk selalu mencari cahaya, sepanjang-panjang usia.

Pater Waser
Ini rumah masa kecil Pater Wasser di Oberdorf. Dua misionaris ini, Romo Stef Wolo yg menjabat erat2 tangannya dan Pater rektor SVD Steinhaussen, Albert Nampara SVD asal Mbaumuku, yang menepuk bahunya, sesaat sebelum mereka membawanya ke rumah SVD Steinhaussen

Ini rumah masa kecil Pater Waser di Oberdorf. Dua misionaris ini, Romo Stef Wolo yg menjabat erat2 tangannya dan Pater rektor SVD Steinhaussen, Albert Nampara SVD asal Mbaumuku, yang menepuk bahunya, sesaat sebelum mereka membawanya ke rumah SVD Steinhaussen.

Maka siapakah anak-anak yang berlari-lari ke sana ke mari di Marienburg itu? ialah manusia sederhana seperti sekalian makhluk; mereka adalah pelibas kelabu di cakrawala biru; ditanam olehmu dalam kalbu mereka tentang apa yang paling penting diburu; ialah Sang SABDA yang telah menjadi daging; ialah Allah yang adalah KASIH.

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV