“Ada makan bergizi gratis. MBG ini membutuhkan bahan baku makanan yang cukup banyak, baik itu beras, sayur mayur, cabai, tomat, bawang, dan sebagainya. Di Ruteng saja, ada belasan dapur yang akan dibangun. Dapur ini melayani anak-anak sekolah kita supaya mereka dapat makanan tambahan selama sekolah.”
Demikian Asadoma, dapur ini bertujuan untuk memberikan gizi tambahan kepada anak-anak kita sehingga anak-anak kita ini akan lebih sehat. Dengan sehat, otaknya lebih cerdas.
“Sehingga ke depan mereka akan menjadi anak-anak Indonesia yang unggul, yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain, membawa bangsa ini maju ke depan,” ujar Wagub Johni.
Wagub Johni mengharapkan, kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh masyarakat.
“Inilah kesempatan kita untuk memanfaatkan tanah-tanah kosong kita. Jangan biarkan kosong. Tanam sayur-mayur, pelihara ayam. Penjualannya akan bisa langsung diterima oleh dapur-dapur,” ungkap Wagub Johni.
Pemerintah Provinsi NTT sendiri, kata Asadoma, memiliki program satu desa satu produk, atau satu komunitas satu produk. Di Redong ini, satu komunitas, bisa mempunyai jaringan lebih luas dari desa.
“Kita bisa lihat potensinya apa, kalau pertanian, maka kita harus menggarap pertanian lebih modern. Lebih modern sehingga hasil panennya itu akan lebih banyak. Ini bisa kita jual, baik ke Koperasi Merah Putih maupun langsung ke dapur-dapur MBG. Pemerintah juga akan menyelesaikan pendidikan dengan membangun Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak tidak mampu,” tambah Wagub Johni.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











