Wabup Jaghur Hadiri FGD Penanganan Kerusakan Hutan di Matim

Kerusakan Hutan
Paling Kiri, Wabup Matim Drs. Jaghur Stefanus dalam kegiatan FGD (foto: Kabag Prokopim Matim, Jefrin Haryanto)

Ruteng, infopertama.com – Wakil Bupati Manggarai Timur (Wabup Matim) Drs. Jaghur Stefanus., bersama anggota DPRD Matim menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD). FGD berkaitan dengan masalah kerusakan hutan dan lingkungan hidup di wilayah Matim. Kamis (3/06/21) di ruang rapat utama DPRD Matim.

Wabup Jaghur dalam sambutannya mengatakan, Matim memiliki potensi Sumber Daya Hutan dan Sumber Daya Alam yang melimpah. Baik sektor perkebunan, kehutanan, pariwisata, kelautan, perikanan, peternakan, pertambangan dan lingkungan hidup.

Ia menjelaskan, Matim memiliki kawasan hutan seluas kurang lebih 57.771,59 ha, lahan kritis di dalam kawasan hutan seluas 20.985,42 ha. Lahan kritis di luar kawasan hutan kurang lebih 24.000 ha.

Selain itu juga terdapat 921 lokasi mata air yang terlindungi dengan Perda No.6 Tahun 2017. Salah satu persoalan hutan di Matim saat ini adalah perambahan hutan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng yang terletak di Lok Pahar dan kawasan hutan di Desa Gunung Baru.

“Tugas besar kita adalah mengembalikan kelestarian lingkungan hidup dengan berbagai cara kita masing-masing. Dan, untuk mempercepat penyelesaian persoalan perambahan hutan dan lingkungan hidup, membutuhkan sinergitas pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha.” Ungkapnya.

Menurut Wabup Jaghur, permasalahan hutan dan lingkungan di Matim, harus dikelola secara bijak. Penting melakukan sebuah kajian yang komprehensif, profesional. “Serta memenuhi standar keilmuan dalam penanganan masalah lingkungan hidup khususnya terkait perambahan hutan,” katanya.

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV