Cepat, Lugas dan Berimbang

United Tractors Genjot Investasi Energi Terbarukan, Menguji Konsistensi Sikap Gereja Lokal

Tak berhenti di situ, UNTR mendirikan PT Jabar Environmental Solutions bersama Sumitomo Corporation dan Kanadevia Corporation. Perusahaan patungan ini akan membangun fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Legok Nangka, Jawa Barat.

Proyek tersebut dirancang dengan kapasitas penanganan limbah 2.000 ton per hari, sekaligus menjadi bagian dari solusi energi ramah lingkungan di Tanah Air.

Diversifikasi ke sektor energi terbarukan ini menjadi langkah penting bagi UNTR untuk menjaga ketahanan bisnis di luar tambang batubara.

Seperti diketahui, pendapatan perseroan masih didominasi segmen kontraktor tambang dan penjualan batubara. Namun, harga komoditas yang fluktuatif membuat strategi diversifikasi kian mendesak.

Dengan kapitalisasi pasar Rp78 triliun per Juni 2025, UNTR menilai investasi di sektor energi hijau dapat memperkuat portofolio sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

Penolakan Geothermal di Flores: Sebuah Kontras yang Tajam

Di Pulau Flores, sejumlah umat dan tokoh Gereja bahkan berdiri di garis depan menolak proyek geothermal (panas bumi), seperti PLTP Ulumbu dan proyek serupa di Wae Sano. Alasan mereka jelas: proyek ini mengancam wilayah adat, sumber air, dan ketenangan spiritual masyarakat lokal. Mereka menuntut pendekatan yang lebih manusiawi dan kontekstual terhadap transisi energi.

Ironisnya, ketika umat Katolik di Flores mempertaruhkan relasi sosial dan ekologis untuk melindungi tanah mereka, institusi nasional Gereja melalui DPKWI justru menyimpan investasi besar di perusahaan batubara—simbol paling jelas dari energi kotor.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN