Cepat, Lugas dan Berimbang
Sastra  

Tinta Hitam Membekasi Kertas Putih kala Hening Menanti Senja

Senja

Ruangku Butuh Keheningan

Hingar bingar pagi itu kini berkumandang

Ragu yang lalu kini lagi mengadu

Sembiluan berusaha mengacu pada ruang

Masih saja bersahaja menyembul tiada henti

Baiknya beranjak mengetam di ruang baru

Membidik tanpa menoleh di kala itu

Patut mengacu walau ada yang mengadu

Halu pernah menaruh mesti dicopot tanpa ragu

Bila masih terpekat rasa menderu-deru

Tak tahu kemana lagi akan berlabuh temu

Ruang gerak dibatasi oleh waktu

Mungkin hanya bisa membisu pada lorong keruh

Ingin ke teras dahulu yang memicu pilu

Menata batin yang kini tak lagi damai

Tapi fisik bertumpu pada titik konflik

Aku butuh gubuk untuk merombak ambruk


Senja di Ufuk Barat

Sinar kanvasnya apik berlalu sejalan dengan petang

Dari timur tadi mengarah ke barat perlahan redup

Angin berhembus mengelus nuansa

Ufuknya kian kemari terhapus menyisakan bayang-bayang

Burung berterbangan kembali ke sarang

Beristirahat sejenak menanti fajar kembali bersinar terang

Ingin pulang, pulang pada pangkuan puan

Tapi tugas menentang tetap bertahan walau rindu menyerang


Pena Hadir Mewakili Hati

Coretan awak yang tak pandang salah

Meski getir merangkai derai hati

Nuansa beragam dipadu satu sedikit utuh

Jemari beraksi tanpa mengingkari

Terima kasih senjata abadi

Membiak halusinasi memilih diksi

Untaian hitam bercorak marak

Mengasah nalar tak tercemar situasi

Hasrat membara membasuh batin

Luka kala telah terkuak

Ceria bersembur tiada bungkam


*Venanius Alfando Satrio merupakan Mahasiswa UNIKA St Paulus Ruteng, Program Bahasa dan Sastra

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel