
Pentas tersebut menggambarkan kompleksitas kehidupan para perawat, mulai dari dinamika emosional, situasi pasien, hingga perbedaan pandangan yang muncul dalam proses merawat. Kisah ini juga menampilkan dedikasi luar biasa tenaga medis di NTT, yang terinspirasi dari perjuangan Willhelmus Zakarias Johannes dalam menangani masalah kesehatan di daerahnya.
Antusiasme Penonton dan Makna yang Mendalam
Pementasan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, dan masyarakat pencinta seni teater.
Karnelia Triana, mahasiswa program sarjana kebidanan yang akrab disapa Lia, mengungkapkan kekagumannya terhadap pentas ini.
Menurutnya, pementasan ini memberikan pelajaran berharga tentang kesabaran, ketenangan, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.
“Sebagai calon tenaga kesehatan, saya merasa terinspirasi. Pentas ini mengajarkan bahwa kita harus selalu sabar menghadapi pasien, memberikan motivasi kepada mereka dan keluarganya, serta tidak pernah menyerah pada situasi apa pun,” tutur Lia.
Ia juga berharap agar Teater Saja Ruteng semakin berkembang dan memiliki panggung yang lebih besar di masa depan.
“Semoga Teater Saja Ruteng bisa terus menjadi wadah bagi masyarakat Manggarai-NTT untuk menunjukkan potensi besar mereka. Saya juga berharap teater ini mampu menyampaikan pesan kepada para pemegang kebijakan agar terus meningkatkan fasilitas kesehatan dan mendukung kami, calon tenaga medis, untuk melayani dengan sepenuh hati,” tutupnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

