Tag: Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal

  • Pelajar SMP Buang Bayi di Kuansing, Dua Pacarnya Tersangka

    Kuansing, infopertama.com – Kasus penemuan mayat bayi di kawasan perkemahan besar Pramuka Pangean Scout Camp V, Bumi Jai Jai Raok, Desa Padang Tanggung Kec. Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, akhirnya terkuak.

    Polres Kuansing telah menangkap pelakunya, yakni seorang wanita, ibu dari si jabang bayi yang ternyata masih pelajar SMP.

    “Pembuang bayi ini masih pelajar SMP,” kata Kapolres Kuansing AKBP Rendra Okhta, Selasa (07/03/2023).

    Rendra mengatakan dua pria dewasa berinisial RF (21) dan MR (22). Keduanya warga Logas Tanah Darat juga telah kita tetapkan sebagai tersangka.

    “Kedua pemuda itu adalah orang yang bersetubuh dengan siswi SMP periode April hingga September 2022 lalu,” ujar Rendra.

    Saat lakukan interogasi, RF dan MR mengaku tidak mengetahui bahwa pacarnya sedang hamil. Lalu membuang bayinya di Pantai Jai Jai Raok, Desa Padangtanggung.

    “Siswi SMP ini tidak pernah menceritakan bahwa dia sedang hamil,” beber Rendra.

    Akibat perbuatan itu, RF dan MR disangkakan melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur melanggar pasal 81 UU nomor 35 thn. 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

    “Mereka terancam penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun,” pungkas Rendra.

    Kasus ini terungkap dari temuan mayat bayi pada 6 Maret 2023 kemarin.

    Warga menemukan Bayi tersebut saat membersihkan lokasi yang telah jadi tempat berkemah oleh anak Pramuka Pangean Scout Camp V beberapa hari lalu.

    Bayi itu ditemukan dengan kondisi tidak berbusana, tubuhnya sudah dikerumuni lalat, dan terkubur sebagian.***

  • Duel Polisi Vs Polisi di SPN Polda Riau, Begini Kronologinya

    Pekanbaru, infopertama.com – Duel berujung maut terjadi antara Personel kepolisian yang bertugas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau Aiptu Ruslan meninggal dunia karena menderita luka tusuk dari rekan kerjanya.

    Peristiwa berujung maut itu terjadi pada Selasa (20/12) sekitar pukul 19.30 WIB di pos penjagaan SPN, Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

    Aiptu Ruslan merupakan petugas bantuan unit provos yang tempatkan di SPN Polda Riau. Informasi yang beredar menyebut bintara tinggi Polri itu terlibat duel dengan Bripka Wido Fernando.

    Saat duel, Bripka Wido menggunakan sangkur. Polisi yang bertugas sebagai bantuan administrasi tenaga pendidik (bamin gadik) SPN Polda Riau itu menikam dada sebelah kiri Aiptu Ruslan.

    Tikaman itu menyebabkan Aiptu Ruslan mengalami luka serius. Nyawanya tak tertolong lagi.

    Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarti mengungkapkan kedua polisi itu saling bertikai hingga berujung penusukan.

    Kejadian maut tersebut terjadi pada Selasa (20/12/2022) sekitar pukul 19.30 WIB di pos penjagaan SPN Polda Riau yang terletak di Jalan Raya Pekanbaru Bangkinang.

    Kejadian ini berawal dari korban mendatangi pelaku yang sedang berjaga di pos penjagaan. Korban memanggil dan menegur pelaku karena tidak ikut apel pembagian tugas kurve. Kemudian pelaku menyampaikan alasannya.

    Mendengar jawaban tersebut, korban menyuruh pelaku untuk push up. Tapi pelaku menolak. Mereka sempat cekcok dan dilerai anggota polisi yang lain.

    Kemudian, pelaku dan korban menuju lapangan apel. Ketika itu, senjata pelaku dilucuti dan disuruh pulang.

    Laman: 1 2

  • Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Riau Diresmikan

    Riau, infopertama.com – Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Provinsi Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, resmi luncurkan, Senin, (15/8/2022). Peresmian ini hadiri oleh Gubernur Riau Syamsuar, Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal, forkopimda Provinsi Riau dan elemen pemuda Cipayung Plus.

    Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Iqbal mengatakan, keberadaan Rumah Kebangsaan Cipayung Plus di Riau lahir usai ia berdiskusi dengan kelompok Cipayung Plus di Riau. Juga usai hadirnya Rumah Kebangsaan Cipayung Plus di Jakarta.

    Hasil diskusi tersebut pun disampaikan ke Gubernur Riau, Syamsuar. Gayung bersambut, Gubernur pun menyetujui tak hanya dengan memberikan izin, melainkan melihat substansi rumah kebangsaan.

    “Beliau (Gubernur) paham betul posisioning pak Gubernur tentang menjadi seorang kepala daerah. Bahwa bukan hanya kemajuan ekonomi tetapi juga seluruh aspek yang beliau harus pikirkan. Kemajuan ekonomi, keamanan, pertahanan, persatuan dan kesatuan kita paham bahwa negeri ini negeri yang sangat luar biasa,” kata Iqbal.

    Iqbal menyadari bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman, mulai dari budaya, agama, adat istiadat hingga kuliner. Hal tersebut merupakan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang negara lain tak miliki.

    “Apabila kita tidak bisa mengelola keberagaman ini kekayaan ini dapat menjadi polarisasi menjadi suatu bencana. Apalagi ke depan bonus demografi yang ada di republik ini sangat luar biasa pemuda pemuda yang sangat luar biasa maupun yang berenergi seakan tidak pernah putus tidak pernah habis,” katanya.

    Laman: 1 2 3