Menurut tetangga Iswadi, sejak operator dana sertifikasi ini menghilang, cukup banyak orang yang datang ingin bertemu Iswadi. Semua mereka adalah guru-guru penerima dana sertifikasi.
Sebagaimana diberitakan, Iswadi pernah membuat surat pernyataan pada tanggal 12 Mei 2023. Dalam surat pernyataan tersebut Iswadi menerangkan mengambil uang sebanyak Rp642.159.226 dari tangan Bendahara Pengeluaran.
Uang tersebut untuk pemotongan pinjaman para guru yang bersertifikasi Tahap 1 Tahun 2023 kepada KSP Nasari Maumere.


“Namun uang tersebut saya gunakan untuk kepentingan pribadi saya,” demikian salah satu butir surat pernyataan.
Iswadi bersedia mengembalikan dengan cara mencicil, sampai dengan pelunasan di bulan Juli 2023 kepada Bendahara Pengeluaran Dinas PKO Sikka.
Kepada media, Iswadi mengaku berani menandatangani surat pernyataan pertama karena mendapatkan jaminan dari Kepala Dinas PKO Sikka Yoseph Heriyanto Vandiron Sales.
Selanjutnya, Iswadi membuat surat pernyataan yang baru, sekaligus mencabut surat pernyataan pertama.
Dia menyebut telah memberi uang sebesar Rp590.000.000 kepada Kadis PKO Yoseph Heriyanto Vandiron Sales.
“Dan saya mencabut pernyataan yang menyatakan saya menggunakan untuk kepentingan saya sesuai surat pernyataan tanggal 12 Mei 2023,” tulis Iswadi.
Menurut Iswadi, dua kali dia mengantar uang ke Yoseph Heriyanto Vandiron Sales di rumah sang kepala dinas.
Pertama kali, dia mengantar uang sejumlah Rp250.000.000, dan diberi Rp25.000.000. Lalu, kali kedua, dia mengantar lagi uang sejumlah Rp392.000.000, dan diberi lagi Rp27.000.000.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
