“Saya menghabiskan banyak waktu untuk fokus bagaimana kita bisa hidup bersama, bagaimana suatu demokrasi multietnik, multireligi, multibahasa bisa hidup bersama melalui lensa pluralisme,” kata Zeenat.
Mantan penasihat khusus urusan pemuda global untuk dua menteri luar negeri AS, Hillary Clinton dan John Kerry, itu menambahkan dalam pengalamannya mendidik anak-anak muda, membutuhkan perangkat Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) untuk membentuk pemimpin publik dan politik.
“Bagi saya, LKLB menjadi suatu keterampilan praktis. Bukan kita berusaha meyakinkan orang-orang menjadikan seseorang Islam, misalnya, tapi bagaimana kita berinteraksi dengan rasa hormat dan bekerja sama dalam masyarakat,” ujar Zeenat.



Finalis Y20 Awards 2022 dari Pakistan, Faisal Ilyas, mengatakan Pakistan menghadapi banyak tantangan seperti pengangguran, nutrisi rendah, kekerasan, ekstremisme, dan terakhir bencana banjir besar. “Orang-orang muda memainkan peran sangat penting untuk menyelamatkan orang-orang yang terdampak,” katanya.
Kabid Pendidikan dan Pelatihan Masjid Istiqlal, Dr. Faried F Saenong, mengatakan tiga nilai inti dalam Sumpah Pemuda adalah inklusivitas, konektivitas, dan kontra kolonialisme. (IL/Chr/SM)*
*Peserta seminar, Sobe Milikior
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
