Chanel pun kemudian menambahkan, “Beberapa peneliti berpikir bahwa (orgasme) terjadi untuk mendorong perempuan melakukan seks lebih sering (orgasme menghilangkan stres dan meningkatkan ikatan/kedekatan) serta meningkatkan keberhasilan reproduksi.”
4. Reaksi otak
Para peneliti dari Universitas Groningen di Belkamu mempelajari respons otak laki-laki versus perempuan selama foreplay dan hubungan seksual.
Hasil menunjukkan bahwa area otak yang berbeda pada keduanya menunjukkan aktivitas selama stimulasi genital. Tetapi saat orgasme, keduanya menunjukkan aktivasi di area otak kecil, yaitu bagian bawah otak yang bertanggung jawab untuk kontrol motorik.
5. Ejakulasi
Sebuah laporan dalam Journal of Sexual Medicine meneliti berbagai penelitian tentang ejakulasi pada perempuan, dan menemukan bahwa hanya sekitar 10%-55% yang mengeluarkan cairan keputihan saat berhubungan seks.
Tetapi, seperti yang dicatat oleh Carol, hal ini cukup sulit untuk diterapkan pada keseluruhan populasi.
“Kami bahkan tidak tahu berapa banyak yang bisa jika distimulasi dengan tepat – bagaimana mungkin kami bisa melakukan penelitian itu?” tanyanya.
6. Pengalaman
Terlepas dari beberapa perbedaan fisik yang tampak jelas, orgasme akan terasa hampir sama, nggak peduli peralatan apa yang kamu gunakan. “Kita semua manusia memulai dengan anatomi genital yang sama di dalam rahim,” jelas Carol.
“Dan sementara itu, berkembang di bawah pengaruh hormon selama kehamilan, semua bagian kita homolog, sering berfungsi sama dan berkembang dari struktur dasar dan neurologi yang sama.” lanjutnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan